Minggu, 05 April 2026

Solidaritas Subkultur Rock di Ruang Publik Kota Batu Dalam Satu Dekade Komunitas Long Hair

 

Band Suara Desa sebagai pembuka Satu Dekade Long Hair The Big Family


KOTA BATU – Sebuah fenomena sosiokultural yang jarang mendapat sorotan arus utama justru menunjukkan resiliensi organisasional yang mengesankan di wilayah Malang Raya. Tepat pada Minggu (5/4/2026), Komunitas Long Hair sebuah kolektif penggemar musik rock dengan atribut rambut panjang dan busana serba hitam merayakan dasawarsa eksistensinya di Rest Area Desa Pesanggrahan, Kota Batu.


Perayaan satu dekade ini bukan sekadar panggung hiburan, melainkan manifestasi dari modal sosial (social capital) yang terbangun melalui rutinitas berkumpul, saling mendukung, dan aktivitas kolektif lintas wilayah. Dalam perspektif psikologi komunitas, usia 10 tahun menandai transisi dari fase pembentukan identitas menuju fase kontribusi sosial yang lebih terstruktur.


Rudi Supit, perwakilan panitia Long Hair, menjelaskan bahwa perjalanan komunitas ini tidak luput dari tantangan. Namun, faktor kunci yang membuatnya bertahan adalah konsistensi dalam menjaga nilai persaudaraan. "Sepuluh tahun ini adalah perjalanan tentang persaudaraan. Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga keluarga yang saling mendukung," ujarnya di sela-sela acara.

Kenakan Kaca mata Hitam Ratno alias Lonep Personel Sekultura bersama Rudi Supit perwakilan panitia Long Hair HUT ke 10 


Dalam diskursus studi komunitas, pernyataan Rudi merepresentasikan pergeseran paradigma dari sekadar affinity grouping (pengelompokan berbasis kesukaan) menuju community of practice (komunitas praktik) yang memiliki mekanisme reproduksi nilai secara mandiri. Hal ini diperkuat dengan kehadiran anggota dari berbagai wilayah Malang Raya, mulai dari Kota Batu, Pujon, hingga Malang Selatan.


Rangkaian acara diisi oleh penampilan band-band bergenre rock dari Malang Raya, termasuk Suara Desa sebagai pembuka. Yang menarik secara sosiologis, band Suara Desa seluruh personelnya merupakan perangkat aktif Pemerintah Desa Pesanggrahan. Fenomena ini mengindikasikan adanya hibriditas peran antara aparatur desa dan ekspresi artistik subkultur.


Didit, vokalis Suara Desa, menyatakan bahwa kehadiran mereka adalah bentuk penghormatan terhadap eksistensi Long Hair. 

Momen Band Suara Desa saat sebagai pembuka acara HUT ke 10 Long Hair The Big Family 


"Ini adalah partisipasi dan bentuk penghormatan kami terhadap Long Hair Community yang selama ini tetap ada menjaga pertemanan dan persaudaraan," ungkapnya. 


Pemerintah Desa Pesanggrahan, menurut Didit, memberikan ruang ekspresi bagi seniman lokal sebagai wujud kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem kreatif.


Dari sudut pandang kebijakan publik, legitimasi ruang publik seperti Rest Area Pesanggrahan bagi aktivitas subkultur rock menunjukkan adanya tolerance space yang memediasi antara nilai-nilai tradisional dan modernitas.


Salah satu temuan paling menarik adalah adanya agenda sosial yang secara sistematis dijalankan Komunitas Long Hair. Ratno yang akrab disapa Lonep, personel band Sekultura sekaligus anggota komunitas, membeberkan sejumlah program filantropis bantuan kepada yatim piatu, distribusi Al-Qur'an dan perlengkapan mushola, hingga aksi lingkungan berupa penanaman pohon dan pembersihan sumber air di area Kota Batu.


"Alhamdulillah, acara hari ini sangat meriah. Ini menjadi ajang silaturahmi Dari yang tidak mengenal menjadi saling kenal, yang sudah kenal menjadi semakin dekat persaudaraannya," jelas pria asal Malang tersebut. Aktivitas lingkungan itu, menurut Lonep, diprakarsai oleh tokoh senior Rudi Supit sebagai bentuk kontribusi nyata komunitas kepada alam.


Dalam kerangka environmental psychology dan community-based conservation, tindakan ini menumbangkan stereotip bahwa komunitas musik rock identik dengan hedonisme. Sebaliknya, Long Hair menunjukkan kapasitas untuk mentransformasi energi kolektif menjadi aksi nyata yang berdampak pada ekosistem sosial dan alam.


Rock Sea Band Sebagai Bintang Tamu

Perayaan dasawarsa ini juga dihadiri oleh Rock Sea Band  dari Tulung Agung yang tergabung dalam Tulung Agung  Rock Community. Ajar Susanto, vokalis Rock Sea Band menyatakan rasa syukurnya bisa bersilaturahmi dengan slogan "Silaturahmi Tanpa Batas". Ia bahkan menginisiasi rencana kolaborasi event bersama Keluarga Besar Long Hair Malang Raya di masa depan.


Fenomena ini mencerminkan adanya horizontal network antar komunitas rock lintas kabupaten, yang berpotensi menciptakan ekosistem kreatif regional. Sementara itu, Dewi, pemilik Warung Mimi yang lokasinya dekat dengan arena acara, mengaku diuntungkan secara ekonomi sekaligus sosial. "Selain tambah ramai, juga tambah kenalan dan jalinan persaudaraan. Semoga ke depannya selalu ada kegiatan serupa," tuturnya.

Kenakan kaos biru, Dewi pemilik Warung Mimi 


Blodymery dari Malang turut memeriahkan, sementara Hafit menambahkan bahwa antusiasme peserta melampaui ekspektasi.


Memasuki usia ke-10, Lonep berharap komunitas Long Hair mampu terus berkembang dengan tetap mempertahankan semangat mutual support. "Harapan ke depan tentu agar bisa lebih sukses dan lebih meriah dari hari ini. Yang paling penting adalah semangat untuk saling membantu dan saling mendukung satu sama lain tetap terjaga," pungkas Ratno.


Blodymery asal Malang  


Secara teoretis, keberhasilan Komunitas Long Hair bertahan selama satu dekade menawarkan studi kasus tentang bagaimana subkultur berbasis hobi dapat bertransformasi menjadi agen perubahan sosial yang terorganisir. Dengan dukungan masyarakat, pemerintah desa, serta jaringan lintas daerah, komunitas ini tidak hanya merayakan ulang tahun, tetapi juga mendemonstrasikan model keberlanjutan komunitas kreatif di era disruptif.


Perayaan ditutup dengan penampilan energik di atas panggung megah, mengukuhkan pesan bahwa solidaritas tidak mengenal stereotip bahkan di balik rambut panjang dan distorsi gitar listrik, tumbuh kepedulian yang nyata.


Kontributor : Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts