Kamis, 02 April 2026

Kasus Gadai Emas Mengguncang Warga Bima! Ratusan Juta Hilang, Kantor Pegadaian Terancam Ditutup

 


Bima – Skandal dugaan penipuan dan penggelapan uang di Pegadaian membuat warga Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima terkejut. Situasi semakin serius setelah muncul dukungan dari organisasi mahasiswa yang berkomitmen mengejar masalah ini hingga tuntas, dan kini sudah resmi masuk ke proses hukum.


 Listiani, seorang pekerja di PT Pegadaian, kepada media ini, Rabu (01/04/2026) mengaku dirinya menjadi korban dalam kasus ini yang diduga melibatkan oknum kasir serta agen Pegadaian lainnya. Ia menceritakan bahwa uang hasil gadai emas milik nasabah secara misterius dipindahkan ke rekening pribadi agen di Desa Nipa, Julfar, tanpa sepengetahuannya maupun persetujuannya.


 Akibat kejadian ini, kerugian yang dialami jumlahnya mencapai 478 gram emas atau sekitar Rp834 juta. Lebih mengejutkan, dari hasil pengawasan rekening, ditemukan aliran dana mencurigakan hingga Rp1,9 miliar yang ditransfer secara bertahap sejak Oktober 2025 sampai Maret 2026.


 “Saya sama sekali tidak tahu tentang transaksi itu. Tiba-tiba ada transfer besar dari rekening saya ke rekening orang lain,” ungkap Listiani dalam keadaan terkejut.


 Ia menjelaskan, semua prosedur transaksi telah diikuti sesuai aturan, bahkan ia telah menjalani pelatihan resmi Pegadaian di Jakarta pada November 2025. Namun, praktik di lapangan menunjukkan adanya pelanggaran serius.


 Dana hasil gadai emas yang seharusnya diterima oleh pihak yang berhak, justru dipindahkan oleh oknum kasir ke rekening Julfar tanpa adanya surat kuasa, persetujuan tertulis, atau dasar hukum yang jelas.


 “Saya tidak hanya kehilangan uang, tetapi juga menghadapi masalah sosial dan hukum. Saya bisa dianggap bersalah atas sesuatu yang tidak saya lakukan,” jelas Listiani yang juga anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Lafran Pane Cabang Bima.


 Ironisnya, Listiani justru menjadi sasaran kemarahan masyarakat, meski ia mengaku tidak mengambil sepeser pun dari dana tersebut.


 Kasus Resmi Dilaporkan ke Polisi


 Kasus ini kini sudah resmi dilaporkan ke pihak kepolisian melalui Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bima Kota oleh pengacara korban. Laporan ini menjadi langkah awal untuk menyelidiki dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan nama Pegadaian.




 Selain itu, tekanan hukum semakin kuat karena tindakan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Bima yang mengancam akan menempuh jalur hukum jika pihak terkait tidak memberikan penyelesaian.


 SEMMI Ambil Tindakan: Penutupan Kantor Jadi Ancaman Nyata


 Di tengah perkembangan kasus ini, SEMMI Cabang Bima hadir sebagai penjaga, mendesak Pegadaian agar bertanggung jawab.


 SEMMI bahkan telah melakukan penyegelan kantor UPC Pegadaian Kecamatan Ambalawi sebagai tanda peringatan keras. Namun, mereka menekankan bahwa tindakan ini hanyalah langkah awal.


 "Jika masalah ini tidak ditanggapi secara serius dan terbuka, kami pastikan kantor Pegadaian Ambalawi akan ditutup total,” tegas Ketua SEMMI Cabang Bima, Hairul dan Sekretaris Arif Dermawan, Rabu (01/04/2026).


 Menurut SEMMI, sikap diam Pegadaian menunjukkan pembiaran terhadap pelanggaran hukum yang terjadi di dalam organisasi mereka. Mereka mengaku sudah memiliki bukti kuat mengenai dugaan aliran dana oleh oknum kasir kepada agen di Desa Nipa.

 Bukan hanya itu, SEMMI juga mengirimkan surat somasi resmi kepada Direktur Utama PT Pegadaian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Menteri BUMN pada 26 Maret 2026, dengan batas waktu tiga hari untuk merespons tuntutan.


 SEMMI melihat kasus ini sebagai tindakan yang berpotensi melawan hukum serius dan bahkan bisa menjadi tindak pidana korupsi yang berisiko mendapatkan hukuman berat.


 Mereka meminta:


 Pengembalian semua kerugian yang dialami nasabah

 Keterbukaan penuh mengenai semua transaksi

 Tindakan tegas terhadap individu yang terlibat


 Selain itu, SEMMI juga mengancam untuk:


 Mengorganisir aksi protes besar-besaran

 Mengawasi proses hukum hingga selesai melalui jalur perdata, pidana, dan administrasi


 “Ini bukan sekadar masalah Ambalawi, tetapi mengenai kepercayaan publik yang harus dijaga,” tegas mereka.


 Menantikan Ketegasan, Masyarakat Cemas


 Hingga berita ini ditulis, pihak kasir Pegadaian dan agen Julfar belum memberikan penjelasan resmi. Sementara itu, masyarakat terus merasa cemas tentang keamanan dana mereka.


 Dengan laporan yang sudah masuk ke pihak kepolisian dan tekanan dari masyarakat serta mahasiswa, kasus ini sekarang memasuki fase yang lebih serius.


 Apakah ini hanya ulah segelintir orang, atau ada skandal yang lebih besar di baliknya?


 Masyarakat kini menunggu tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan keterbukaan informasi dari pihak Pegadaian.

Kontributor : Carles

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

Aceh AFK Agro Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kabupaten Malang Kalbar Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah MI Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Barat Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidiian Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Poktekad Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sambas Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts