Senin, 23 Maret 2026

Wali Kota Batu Gelar Halalbihalal NU, Tekankan Harmoni dan Kebijakan Pro-Rakyat

Gambar 1


Halalbihalal Keluarga Besar NU Kota Batu

Kota Batu – Wali Kota Batu, Nurochman, menggelar kegiatan halalbihalal bersama keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) Kota Batu pada Minggu (22/3/2026) sore. Acara yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jalan Panglima Sudirman ini dihadiri jajaran Rais Syuriyah PCNU, para kiai, pengurus harian, serta struktur Syuriyah dan Tanfidziyah MWCNU se-Kota Batu.

Turut hadir pula badan otonom NU, di antaranya Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, IPNU, IPPNU, hingga Sarbumusi yang konsisten berpartisipasi dalam berbagai agenda keorganisasian dan sosial kemasyarakatan.

Momen kebersamaan 

Dalam sambutannya, Nurochman menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran seluruh elemen NU dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa halalbihalal merupakan tradisi kultural-religius yang memiliki dimensi sosial dan spiritual, terutama dalam memperkuat kohesi sosial pasca-Ramadan.

“Momentum ini bukan sekadar seremonial, melainkan refleksi kolektif untuk memperkuat silaturahmi, memperteguh nilai-nilai ukhuwah, serta membangun solidaritas sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Nurochman.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas segala kekhilafan selama menjalankan amanah sebagai kepala daerah. Menurutnya, kepemimpinan yang akuntabel dan berintegritas harus diawali dengan kesadaran etis serta kerendahan hati.

Wali Kota Batu saat sampaikan sambutan 

Lebih lanjut, Nurochman menegaskan bahwa keberhasilannya menjabat sebagai Wali Kota Batu periode 2026–2030 tidak terlepas dari dukungan struktural dan kultural keluarga besar NU. Oleh karena itu, ia berharap sinergitas antara pemerintah daerah dan organisasi keagamaan terus terjalin secara konstruktif.

“Orientasi utama kita bukan sekadar pada distribusi kekuasaan, tetapi pada produksi kebijakan publik yang berkeadilan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Dalam perspektif pembangunan daerah, ia menekankan pentingnya formulasi kebijakan berbasis kebutuhan riil masyarakat (evidence-based policy), sehingga setiap program yang dihasilkan memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup warga Kota Batu.



Selain itu, Nurochman juga menggarisbawahi pentingnya peran NU dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat moderasi beragama di tengah dinamika masyarakat yang semakin kompleks. Ia mengajak seluruh elemen NU untuk terus berkontribusi aktif dalam merawat jamaah serta menjaga nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.

Ketua Sarbumusi dalam penyampaian puisi

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengungkapkan rasa syukur atas terjaganya harmonisasi antarumat beragama di Kota Batu. Bahkan, sebelumnya ia sempat bersilaturahmi dengan tokoh lintas agama, termasuk Romo dan Pendeta, sebagai bagian dari upaya memperkuat dialog interreligius.

“Ini menunjukkan bahwa Kota Batu memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga kerukunan. Harmoni ini harus kita rawat bersama sebagai fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” imbuhnya.


Kegiatan halalbihalal ini menjadi representasi penting dari sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat keagamaan dalam membangun tatanan sosial yang inklusif, harmonis, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.

Kontributor : Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts