Sinergitas Kepemimpinan dan Resiliensi Sosial Dalam Open House Idul Fitri 1447 H di Kota Batu
![]() |
| Suasana open house Rumah Dinas Wakil Wali Kota Batu |
Batu, 22 Maret 2026 – Suasana khidmat sekaligus akrab menyelimuti Rumah Dinas Wakil Wali Kota Batu yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Minggu malam. Momentum Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi ajang silaturahmi yang substansial, di mana Wakil Wali Kota Batu menggelar open house bersama masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai seremoni hari raya, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat kohesivitas sosial dan social capital di wilayah Kota Apel tersebut.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Batu beserta keluarga menyambut hangat gelombang masyarakat dari berbagai lapisan. Mulai dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, pelaku usaha sektor pariwisata dan agribisnis, hingga warga dari kelurahan sekitar tampak hadir memenuhi lokasi. Atmosfer kebersamaan ini menjadi bukti nyata dari implementasi konsep participatory governance, di mana pemimpin dan yang dipimpin bertemu dalam ruang yang egaliter.
![]() |
| Momen Wakil Walikota Kota Batu sambut hadirin |
Dalam sambutannya yang bersifat cair, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto, SH.,MH menyampaikan apresiasi mendalam atas antusiasme warga yang meluangkan waktu di malam ke-3 Syawal tersebut. Beliau menekankan bahwa open house merupakan manifestasi dari nilai-nilai humanisme dan transendensi dalam kepemimpinan. “Momen Idul Fitri adalah titik optimal untuk melakukan restorasi hubungan (hablum minannas). Kita bangun sinergitas yang kokoh antara eksekutif dan masyarakat sebagai fondasi utama dalam menyongsong dinamika pembangunan Kota Batu ke depan,” ujarnya di hadapan para tamu.
![]() |
| Momen kebersamaan bersama masyarakat |
Dari perspektif sosiologi perkotaan, kegiatan open house ini memiliki fungsi signifikan antara pemimpin dan warga. Subari, warga Songgokerto yang turut hadir, menilai bahwa tradisi ini merupakan bentuk ritual inklusi yang efektif. “Ketika seorang pemimpin membuka pintu rumah dinasnya, itu mengirimkan sinyal aksesibilitas dan akuntabilitas. Dalam konteks ilmu komunikasi politik, ini adalah bentuk non-verbal communication yang membangun trust publik secara organik,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari deretan panjang warga yang sabar mengantre untuk bersalaman. Bagi kalangan generasi muda dan milenial, momen ini juga dimanfaatkan sebagai ajang networking dan konsolidasi program-program smart city yang selama ini digalakkan oleh Pemerintah Kota Batu. Mereka berdiskusi ringan dengan jajaran eksekutif mengenai optimalisasi teknologi digital dalam pelayanan publik pasca hari raya.
Tidak hanya menyajikan hidangan khas Lebaran, open house ini juga menjadi ruang untuk benchmarking ide-ide segar terkait pengembangan sektor ekonomi kreatif. Mengingat Kota Batu merupakan destinasi super prioritas di Jawa Timur, stabilitas sosial yang terjaga melalui kegiatan seperti ini dinilai vital untuk menjaga sustainability sektor pariwisata. Para pelaku hospitality industry yang hadir mengapresiasi langkah pemerintah kota yang terus menjaga kondusivitas wilayah melalui pendekatan kultural seperti ini.
Kegiatan yang berlangsung hingga larut malam ini berakhir dengan nuansa kebersamaan yang harmonis. Wakil Wali Kota Batu berharap bahwa semangat Idul Fitri yang menjunjung tinggi nilai kebersihan hati dan kesucian jiwa dapat menjadi katalisator bagi peningkatan kinerja birokrasi dan partisipasi aktif masyarakat sepanjang tahun 2026.
“Kami ingin Kota Batu tidak hanya maju dalam infrastruktur fisik, tetapi juga unggul dalam resiliensi sosial dan modal sosial (social capital). Semoga sinergi yang kita bangun malam ini menjadi energi positif untuk mewujudkan Kota Batu yang lebih berdaya saing global,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya open house ini, Pemerintah Kota Batu kembali meneguhkan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, membangun kota melalui pendekatan yang humanis, inovatif, dan berbasis pada nilai-nilai kebersamaan yang inklusif.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I






