Senin, 09 Februari 2026

Rumah Inklusi Kota Batu Akhirnya Diresmikan, Wujudkan Kota Ramah Semua

Gambar 1
Gambar 1



KOTA BATU – Perjalanan panjang komunitas inklusi di Kota Batu akhirnya mencapai tonggak sejarah. Setelah bertahun-tahun berproses sejak era Forum Inklusi, komunitas tersebut kini bermetamorfosis ke wujud lebih permanen dan strategis dengan diresmikannya Rumah Inklusi Kota Batu. Acara peluncuran berlangsung pada Senin (9/2/2026) siang di Berkah Rangkul Cafe and Resto, Jalan Bukit Berbunga, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji.


Peresmian ini menandai babak baru komitmen Kota Batu dalam membangun ekosistem yang ramah dan aksesibel bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, di antaranya Ketua TP PKK Kota Batu Siti Fauziah, Camat Bumiaji, Ketua Rumah Inklusi Kota Batu Ariyati S.Pd, pengelola Berkah Rangkul Cafe and Resto, perwakilan TNI, serta undangan lainnya.


Dalam sambutannya yang juga berfungsi sebagai pengukuhan peresmian, Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Fauziah, menegaskan pentingnya kehadiran Rumah Inklusi ini. “Keberadaan Rumah Inklusi bukan sekadar tempat, melainkan simbol dan motor penggerak semangat kesetaraan di kota kita. Ini adalah bukti nyata bahwa Kota Batu berkomitmen untuk mendengarkan, merangkul, dan memastikan tidak ada satu pun warganya yang tertinggal,” ujarnya.


Kunjungan Ketua TP PKK Kota Batu saat melihat aneka produk 

Fauziah juga menyampaikan harapannya ke depan. “Kedepannya, diharapkan Rumah Inklusi ini dapat menjadi pusat informasi, advokasi, dan pemberdayaan. Mari kita jadikan ini sebagai tempat berkolaborasi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan akademisi untuk merancang program-program inovatif yang menyentuh kebutuhan nyata. Impian kita besar menjadikan Batu sebagai kota tujuan wisata yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga secara sosial, di mana setiap orang merasa diterima.”


Sementara itu, Ketua Rumah Inklusi Kota Batu, Ariyati S.Pd, dalam penjelasannya memaparkan visi dan misi organisasi. “Rumah Inklusi ini lahir dari rahim perjuangan panjang Forum Inklusi. Kami bergerak dari diskusi-diskusi menjadi aksi kolektif. Fokus kami adalah pada tiga pilar peningkatan kesadaran masyarakat (awareness), pendampingan hak, dan penguatan kapasitas kelompok difabel dan rentan,” jelas Ariyati.


Lebih lanjut, ia membeberkan sejumlah program konkret yang telah dirancang. “Harapannya, Rumah Inklusi akan menjadi tempat pelatihan keterampilan, pusat konsultasi hukum sederhana, ruang seni inklusif, dan penghubung dengan peluang kerja di sektor hospitality dan usaha mikro Kota Batu. Lokasi kami yang berada di kawasan wisata Bumiaji ini sangat strategis untuk mengedukasi pelaku pariwisata tentang layanan yang aksesibel,” tambahnya.

Momen Launching Berkah Rangkul Cafe and Resto Ketua TP PKK Kota Batu bersama Ketua Inklusi Batu, TNI dan Pengelolah 


Pemilihan Berkah Rangkul Cafe and Resto sebagai lokasi peluncuran juga sarat makna. Kafe yang dikelola dengan prinsip inklusif dan mempekerjakan tenaga dari berbagai latar belakang ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai-nilai inklusi dapat diimplementasikan dalam dunia bisnis, menciptakan dampak ekonomi sekaligus sosial.


Peresmian Rumah Inklusi Kota Batu mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Camat Bumiaji dalam sambutannya akan mendukung penuh program-program yang digulirkan, termasuk memfasilitasi sinergi dengan pemerintah kelurahan dan desa di wilayahnya.


Momen kebersamaan Berkah Rangkul Cafe and Resto bersama Ketua TP PKK Kota Batu 


Dengan diresmikannya Rumah Inklusi ini, Kota Batu menancapkan komitmennya untuk melangkah lebih serius dalam membangun tata kelola kota yang partisipatif dan adil. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menghasilkan kebijakan dan praktik di tingkat akar rumput yang mengubah narasi tentang disabilitas dan inklusi sosial, sekaligus memperkuat citra Kota Batu sebagai destinasi yang manusiawi dan berempati.


Langkah ini juga sejalan dengan upaya global mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu ‘meninggalkan tidak seorang pun’ (leave no one behind). Keberhasilan Rumah Inklusi Kota Batu kedepannya akan menjadi tolok ukur penting bagi kemajuan sosial di kota wisata .


Kontributor : AGS

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts