Perbedaan KBLI Utama dan KBLI Pendukung di OSS, Ini Penjelasan Lengkapnya
JAKARTA – Dalam mengurus legalitas usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS), pemahaman yang keliru tentang Kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha (KBLI) seringkali menjadi batu sandungan. Banyak pelaku usaha, khususnya pemula, belum sepenuhnya paham perbedaan krusial antara KBLI Utama dan KBLI Pendukung. Padahal, pemilihan yang tepat merupakan fondasi hukum yang menentukan kelancaran operasional dan ekspansi bisnis ke depan.
“Pemilihan KBLI bukan sekadar formalitas administrasi. Ini adalah deklarasi legal tentang apa yang perusahaan Anda kerjakan di mata hukum dan regulator,” jelas Dahlan, seorang Konsultan Perizinan Usaha yang berbasis di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Apa Itu KBLI Utama?
KBLI Utama didefinisikan sebagai kode yang mewakili kegiatan inti atau fokus primer dari suatu usaha. Kode inilah yang menjadi identitas pokok perusahaan. Dalam proses pendaftaran di OSS, sistem akan sangat memperhatikan KBLI ini karena menjadi penentu utama klasifikasi risiko usaha (rendah, menengah, tinggi) dan jenis perizinan yang wajib dipenuhi.
Contohnya, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang software development, aktivitas utamanya adalah pengembangan perangkat lunak. Maka, KBLI Utama yang harus dipilih adalah yang berkaitan dengan pemrograman komputer, misalnya KBLI 62021.
Lalu, Apa Fungsi KBLI Pendukung?
KBLI Pendukung adalah kode untuk aktivitas ekonomi tambahan yang sifatnya menunjang atau melengkapi usaha utama, namun bukan sebagai core business. Aktivitas ini masih dilakukan oleh perusahaan yang sama, tetapi bukan jantung dari bisnisnya.
Mengacu pada contoh perusahaan software development tadi, jika perusahaan tersebut juga menjual langsung produk software-nya melalui platform daring milik sendiri (e-commerce), maka ia perlu menambahkan KBLI Pendukung untuk perdagangan besar secara elektronik. Atau, jika perusahaan memiliki divisi yang khusus menangani iklan dan promosi produknya kepada klien, bisa ditambahkan KBLI untuk kegiatan periklanan.
Baca juga : https://www.edukasi-ri.com/2026/02/media-online-wajib-berbadan-hukum-ini.html
“Kesalahan umum adalah mencampuradukkan atau menempatkan aktivitas pendukung sebagai utama. Ini bisa berisiko. Misal, usaha utama Anda bakery, tetapi Anda pilih KBLI utama untuk perdagangan eceran. Nanti ketika ada inspeksi atau perlu izin produksi pangan, Anda akan terbentur karena legalitas utama Anda bukan di bidang produksi,” tambah Dian.
Mengapa Pembedaan Ini Krusial?
Pentingnya membedakan kedua jenis KBLI ini berdampak pada beberapa aspek vital usaha:
1. Jenis dan Kompleksitas Perizinan: Izin yang diperlukan, seperti NIB, Izin Lokasi, atau Izin Komersial/Operasional, sangat ditentukan oleh KBLI Utama. KBLI berisiko tinggi akan mensyaratkan perizinan yang lebih ketat.
2. Klasifikasi Risiko Usaha: OSS akan mengategorikan risiko usaha berdasarkan KBLI Utama. Klasifikasi ini mempengaruhi tingkat pengawasan dan kewajiban pelaporan.
3. Kejelasan Legal untuk Kerja Sama: Mitra bisnis, perbankan, atau investor seringkali melihat kesesuaian antara aktivitas perusahaan dan KBLI yang terdaftar. Kesesuaian ini membangun kredibilitas dan memudahkan proses due diligence.
4. Pemenuhan Kewajiban Pajak: KBLI dapat mempengaruhi jenis pajak dan insentif yang berlaku untuk perusahaan.
Tips Praktis Memilih KBLI di OSS
Agar tidak keliru, pelaku usaha disarankan untuk:
· Fokus pada Aktivitas Inti: Tanyakan pada diri sendiri, “Apa kegiatan yang menjadi sumber pendapatan utama dan definisi usaha saya?”. Jawabannya adalah patokan KBLI Utama.
· Inventarisasi Aktivitas Tambahan: Identifikasi semua kegiatan operasional yang mendukung, seperti pemasaran, logistik internal, atau penjualan langsung. Jika signifikan, tambahkan sebagai KBLI Pendukung.
· Hindari “Siluman KBLI”: Jangan menambahkan KBLI hanya karena “siapa tahu butuh nanti” atau untuk spekulasi. Pilih hanya yang benar-benar dilakukan. KBLI yang tidak aktif dapat menimbulkan pertanyaan dari otoritas.
· Gunakan Deskripsi Kode, Bukan Hanya Judul: Selalu baca uraian rinci (description) dari setiap kode KBLI. Seringkali, judulnya mirip, tetapi deskripsinya sangat spesifik.
· Konsultasi jika Ragu: Untuk usaha dengan model hybrid atau kompleks, tidak ada salahnya berkonsultasi dengan tenaga ahli perizinan untuk memastikan ketepatan pemilihan.
Penutup
Memahami dengan saksama perbedaan antara KBLI Utama dan Pendukung bukanlah sekadar memenuhi kolom di sistem OSS. Ini adalah langkah strategis dalam membangun pondasi hukum bisnis yang kuat dan terhindar dari kendala administratif di masa depan. Dengan pemilihan yang tepat sejak awal, pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnis, didukung oleh landasan legalitas yang jelas dan sesuai dengan realitas di lapangan.
Kontributor : Dhlan
Editor : Tim EDUKASI-R I


