SDN Songgokerto 01 Batu Peringati Isro’ Mi’raj dengan Ngaji, Lomba Kaligrafi, dan Mauidhah Hasanah
KOTA BATU – Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, SDN Songgokerto 01 Kota Batu menggelar serangkaian kegiatan keagamaan yang mengedukasi dan memeriahkan, Selasa 20 Januari 2026 pagi. Acara yang mengusung tema “Mengisro’kan Rasa dan Memirajkan Cinta Guna Menjadi Manusia Sempurna” ini diikuti secara khidmat oleh seluruh keluarga besar sekolah dan ratusan anak didik.
Kepala Sekolah SDN Songgokerto 01 Batu, Muliati, S.Pd., dalam sambutannya menyatakan bahwa kegiatan ini diikuti penuh semangat oleh seluruh 103 siswa didik. “Peringatan Isra’ Mi’raj bukan sekadar rutinitas seremonial, tetapi momentum untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan Nabi, terutama dalam menjalankan shalat. Kami berharap, melalui kegiatan ini, spiritualitas dan akhlak anak-anak semakin terbina, menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik tetapi juga matang dalam iman dan takwa,” ujarnya kepada EDUKASI-R I
![]() |
| Kepala Sekolah SDN Songgokerto 01 Batu, Muliati, S.Pd. |
Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan kegiatan ngaji pagi bersama, dilanjutkan dengan shalat Dhuha berjamaah yang menyejukkan hati. Suasana semakin hidup dengan digelarnya Lomba Kaligrafi Islami. Para siswa tampak antusias menuangkan kreativitas mereka dalam menulis indah ayat-ayat Al-Qur’an, menjadikan ajang ini sebagai sarana mengapresiasi seni Islam sekaligus mendekatkan diri pada kitab suci.
Puncak acara adalah Mauidhah Hasanah (nasihat kebajikan) yang disampaikan oleh pemateri khusus, M. Fahrudin Gozal, LC., M.Pd., selaku Pengasuh Pondok Pesantren Hadrah Maut Batu. Dengan gaya komunikasi yang lugas dan menyentuh hati, Gozal menyampaikan hikmah Isra’ Mi’raj secara mendalam. Ia menekankan pentingnya meneladani ketabahan dan kesabaran Rasulullah SAW dalam menghadapi ujian, serta makna mendasar dari perintah shalat lima waktu sebagai hadiah terindah dari perjalanan suci tersebut.
“Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah momen transformasi spiritual tertinggi. ‘Mengisro’kan rasa’ artinya kita diajak untuk melakukan perjalanan hati membersihkan dari sifat-sifat rendah. ‘Memirajkan cinta’ adalah puncak pendakian menuju kecintaan sejati kepada Allah dan Rasul-Nya, yang tercermin dalam ketaatan menjalankan perintah-Nya, terutama shalat,” papar Gozal di hadapan peserta.
![]() |
| Ridho, Guru Pendidikan Agama Islam SDN Songgokerto 01 Batu |
Ridho, Guru Pendidikan Agama Islam SDN Songgokerto 01 Batu, yang juga koordinator acara, menambahkan harapannya pasca kegiatan. “Yang utama, kami berharap siswa-siswi dapat mengambil intisari dari peringatan ini. Bukan hanya seru-seruan lombanya, tetapi yang terpenting adalah internalisasi nilai. Diharapkan kepada anak didik, kesadaran untuk mendirikan shalat tepat waktu semakin kuat, akhlak dalam pergaulan sehari-hari semakin baik, dan semangat menuntut ilmu semakin membara sebagai bekal menjadi ‘insan kamil’ atau manusia yang sempurna iman dan taqwa nya,” tutur Ridho,
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik, dewan guru, siswa, dan sejumlah undangan ini berjalan lancar dan penuh hikmah. Antusiasme siswa terlihat jelas, baik saat mengikuti lomba maupun menyimak tausiyah. Sekolah berharap, agenda semacam ini dapat terus dikembangkan dengan variasi yang kreatif, sehingga pendidikan agama tidak hanya terbatas pada teori di kelas, tetapi juga praktik nyata dalam kehidupan berkomunitas.
![]() |
| Momen Kepala Sekolah serta Guru bersama anak didik |
“Ini adalah bagian dari upaya sekolah untuk membentuk karakter religius peserta didik. Sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat, termasuk melibatkan tokoh agama seperti Ustadz Fahrudin, sangat penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik,” pungkas Muliati saat ditemui diruang kerjanya.
Peringatan Isra’ Mi’raj di SDN Songgokerto 01 Batu ini menjadi contoh konkrit bagaimana nilai-nilai keagamaan dapat diintegrasikan dalam kegiatan sekolah yang mendidik, menyenangkan, dan berkesan, sekaligus mengoptimalkan peran sekolah sebagai benteng pembentuk generasi berakhlak mulia di tengah tantangan zaman.
Kontributor: AGS
Editor : Tim EDUKASI-R I






