Gotong Royong Perluas Pemakaman, Warga Sumberejo Gelar Syukuran dengan 10 Tumpeng
KOTA BATU. Semangat gotong royong dan kebersamaan tampak menyala di Desa Sumberejo, Kota Batu, pada Minggu (18/1/2026) pagi. Sekitar 400 warga dari berbagai elemen masyarakat bahu-membahu dalam kerja bakti pembersihan lahan untuk perluasan area pemakaman umum, yang diakhiri dengan syukuran bersama sebagai wujud rasa terima kasih.
Kegiatan besar-besaran ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, Kepala Desa Sumberejo Drs. Riyanto beserta staf, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), serta Kerukunan Penggali Kubur. Aksi gotong royong ini merupakan realisasi dari persetujuan yang diberikan oleh Perhutani terhadap pengajuan penggunaan lahannya.
Drs. Riyanto, Kepala Desa Sumberejo, dalam keterangannya menjelaskan bahwa kerja bakti ini adalah langkah nyata menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan ketersediaan lahan pemakaman. “Berdasarkan pengajuan ke Pemerintah saat itu PJ dan ditindak lanjuti Wali Kota Saat ini ke pihak Perhutani propinsi dan telah disetujui, maka kami laksanakan kerja bakti pembersihan area seluas 1,5 hektar yang mana untuk perluasan pemakaman umum,” ujarnya. Luasan tersebut diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang bagi warga.
Antusiasme warga terlihat sejak pagi. Dengan membawa alat kerja seperti cangkul, sabit, dan peralatan kebersihan lainnya, mereka secara sukarela membersihkan semak belukar, merapikan tanah, dan mempersiapkan lahan seluas 1,5 hektar tersebut. Suasana penuh kekeluargaan dan kerja sama menjadi pemandangan yang dominan, mengatasi teriknya matahari.
![]() |
| Kepala Desa Sumberejo saat tunjukan surat pengesahan dari Gubernur Jatim dan Pemerintah Kota Batu |
“Ini adalah bentuk social capital yang sangat kuat di desa kami. Semua komponen hadir tanpa paksaan, murni kesadaran untuk kepentingan bersama,” tutur salah seorang tokoh masyarakat yang terlibat.
Usai kerja fisik yang berlangsung beberapa jam, warga tidak langsung bubar. Sebagai bentuk syukur atas kelancaran kegiatan dan izin yang telah diperoleh, masyarakat menggelar acara syukuran. Sepuluh tumpeng besar, simbol rasa syukur dan permohonan berkah, dibawa oleh warga dan diletakkan di tengah lokasi. Tumpeng-tumpeng tersebut kemudian didoakan bersama sebagai wujud terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ritual syukuran ini dipimpin oleh sesepuh desa, yang menyampaikan harapan agar lahan yang akan digunakan dapat membawa ketenangan bagi yang berpulang dan kemaslahatan bagi warga yang masih hidup. Setelah prosesi doa, seluruh hadirin, dari Perwakilan DLH Batu, Perwakilan Pemkot Batu, tokoh masyarakat hingga warga biasa, kemudian menikmati santapan makan bersama dengan hidangan dari tumpeng dan makanan lainnya yang dibawa secara swadaya.
![]() |
| Momen warga saat laksanakan kerjabakti pembersihan lahan |
Kegiatan ini tidak hanya sekadar kerja bakti fisik, tetapi juga menjadi perekat sosial yang memperkuat kohesi antarwarga. Dalam satu rangkaian, terlihat jelas harmonisasi antara pemenuhan kebutuhan infrastruktur publik (lahan pemakaman) dengan pelestarian nilai-nilai tradisi seperti gotong royong dan syukuran.
“Ini adalah edukasi langsung bagi generasi muda tentang arti kebersamaan. Selain kita dapat lahan makam, yang lebih penting kita rawat tradisi saling membantu,” tambah Ketua BPD Sumberejo, Rusmianah, Spd.
Dengan terselesaikannya pembersihan lahan, langkah selanjutnya adalah penataan lebih lanjut oleh perangkat desa sebelum area perluasan pemakaman umum tersebut dapat difungsikan. Keberhasilan kegiatan ini menjadi contoh nyata kolaborasi yang efektif antara pemerintah Kota, pemerintah desa dan institusi terkait (Perhutani), serta seluruh elemen masyarakat dalam mengatasi masalah bersama dengan cara yang penuh kekeluargaan dan syukur.
Kontributor : AGS
Editor : Tim EDUKASI-R I



