Jumat, 26 Desember 2025

Viva Yoga Sebut Asta Cita Jadi Pembeda, Dorong Pemuda Muhammadiyah Jawab Tantangan Teknologi

Gambar 1
Gambar 1


 


Trawas, Mojokerto. Visi dan misi pembangunan nasional dalam kerangka Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menjadi pembeda yang diwujudkan melalui pendekatan kerakyatan. Hal ini ditegaskan Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi saat menjadi pembicara kunci dalam Rapat Pimpinan Daerah I Pemuda Muhammadiyah Lamongan, Kamis (25/12/2025).


Forum bertema ‘Kekuatan Pemuda Negarawan Untuk Membangun Kemandiran Berorganisasi’ ini digelar di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, dan dihadiri ratusan peserta, termasuk Bupati Lamongan Yuhronur Efendi serta pimpinan Muhammadiyah di tingkat daerah dan wilayah.


Dalam paparannya, Viva Yoga menyebut program seperti Sekolah Rakyat, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, hingga Swasembada Pangan dan Hilirisasi adalah realisasi pendekatan baru yang melibatkan rakyat langsung dalam gerakan ekonomi. “Dengan berbagai institusi, seperti Koperasi Merah Putih, rakyat diajak bersama membangun pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.




Ia mencontohkan keberhasilan pelaksanaan MBG dalam satu tahun pemerintahan, sebuah program yang di banyak negara memerlukan waktu 10 hingga 15 tahun untuk diimplementasikan. “Hal demikian menunjukkan kekuatan bangsa Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah dan didukung sumber daya manusia yang unggul mampu menjadi bangsa yang mandiri dan kuat,” tegas mantan Presidium Nasional KAHMI tersebut.


Pemuda Muhammadiyah sebagai Pilar Bangsa


Viva Yoga menekankan peran strategis Pemuda Muhammadiyah dan ormas Islam lain sebagai aset besar penopang pembangunan. Ia mendorong agar organisasi-organisasi tersebut mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. “Kekuatan ini menjadi pondasi utama dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia dari dulu hingga sekarang,” ujarnya.


Untuk mencapai persatuan tersebut, dibutuhkan kesadaran kolektif dari tokoh-tokoh umat. “Kita jangan sampai mau diadu-domba dan terpecah belah oleh hal-hal yang sifatnya pragmatis,” tegasnya.


Ia melanjutkan, konsep nasionalisme Indonesia yang terbentuk dari sejarah panjang bersifat anti penjajahan dan imperialisme. “Imperialisme dan penjajahan adalah bentuk kezaliman. Kezaliman adalah bertentangan dengan semua ajaran agama,” tutur Viva Yoga. Dari sinilah, menurutnya, nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme religius, sebuah konsep yang perlu menjadi perenungan bagi gerakan Pemuda Muhammadiyah.


Peringatan di Era Disrupsi Teknologi


Dalam kesempatan yang sama, Viva Yoga mengingatkan bahwa dunia tengah berubah cepat akibat kemajuan teknologi yang tidak hanya menggeser peran manusia di dunia kerja, tetapi juga fungsi kecerdasan. “Hadirnya teknologi mampu mengganti peran manusia tidak hanya dalam dunia kerja namun juga dalam fungsi kecerdasan,” ungkapnya.


Ia memberikan sejumlah contoh nyata, seperti penghapusan petugas di gerbang tol, kereta tanpa masinis, hingga tren mobil listrik yang akan menggantikan kendaraan berbahan bakar fosil dan berpotensi menghilangkan SPBU.


Menghadapi disrupsi ini, Viva Yoga mendesak Pemuda Muhammadiyah untuk segera menyusun strategi dan taktik agar kader serta organisasinya mampu menjawab tantangan zaman. “Menghadapi kemajuan teknologi yang semakin canggih, Viva Yoga mengingatkan kepada Pemuda Muhammadiyah untuk menyusun strategi dan taktik bagaimana kader dan organisasi mampu menjawab tantangan kemajuan teknologi yang menyingkirkan peran manusia,” pesannya.




Acara yang juga dihadiri oleh Pengurus Daerah Muhammadiyah Lamongan M. Said, Ketua Pemuda Muhammadiyah Wilayah Jawa Timur M Anang Nafiuzzaki, dan Ketua Pemuda Muhammadiyah Lamongan Husnul Abidin Saputra tersebut, menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah dan ormas dalam merespons agenda pembangunan dan tantangan masa depan.


Dengan pesan yang disampaikan, Viva Yoga tidak hanya memaparkan capaian program pemerintahan saat ini, tetapi juga menempatkan Pemuda Muhammadiyah sebagai mitra kritis dan agen adaptasi yang vital di tengah gelombang perubahan teknologi yang tak terelakkan.

Kontributor : Adi W 

Editor : Tim EDUKASI-R I

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts