Kamis, 20 November 2025

Menilai Kesempatan WIKA dan PTPP dalam Tender Jargas Dumai-Sei Mangkei 2025

INAPROC V6



JAKARTA .  PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP), dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang konstruksi, kini bersiap bersaing dalam tender untuk proyek pembangunan jaringan gas Dumai-Sei Mangkei (DUSEM). Proyek yang diperkirakan memiliki nilai sekitar Rp6,6 triliun tersebut termasuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijadwalkan akan dilaksanakan mulai tahun 2025. 

Sebagai salah satu proyek besar di sektor energi, DUSEM menarik perhatian banyak perusahaan konstruksi. Bagi WIKA dan PTPP, ikut serta dalam tender ini sangat berarti, terutama karena pemerintah mencanangkan rencana merger sejumlah BUMN karya pada tahun 2026. Persaingan sehat diharapkan dapat menjaga keadilan dalam proses tender dan membuktikan kemampuan masing-masing perusahaan sebelum penggabungan dilaksanakan. 



Pemerintah menekankan perlunya lingkungan persaingan yang adil dalam proyek-proyek strategis. Hal ini bertujuan tidak hanya untuk memastikan kualitas proyek yang dibangun, tetapi juga untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam memperkuat daya saing BUMN di tingkat regional dan global. 

Kondisi Terkini WIKA: Tantangan Utang dan Suspensi Saham 

Saat ini, WIKA berada dalam situasi keuangan yang menantang. Salah satu isu terbaru yang muncul adalah penundaan pembayaran sukuk mudharabah sebesar Rp109 miliar, yang jatuh tempo pada 3 November 2025. Dampak dari situasi ini menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan suspensi terhadap saham WIKA, yang sudah mengalami suspensi sejak Februari 2025. 

Saham WIKA saat ini dibekukan pada harga Rp204 per lembar. Walaupun harga saham bukan satu-satunya cara untuk mengukur kinerja perusahaan, namun situasi ini menunjukkan kesulitan keuangan yang dialami WIKA. Pada puncak kinerjanya di tahun 2015, saham WIKA sempat mencapai Rp3. 608 per lembar. 

Sebagai BUMN, WIKA juga memiliki sejumlah tugas dari pemerintah, termasuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang turut memberikan dampak pada kesehatan keuangannya. Dalam proyek ini, WIKA tercatat mengalami kerugian sekitar Rp6,8 triliun. 

Kondisi PTPP: Menghadapi Penurunan Pendapatan dan Stabilitas Saham 

Di sisi lain, PT Pembangunan Perumahan (PTPP) juga tidak lepas dari tantangan, terutama terkait penurunan pendapatan. Berdasarkan laporan dari Neraca. co. id, hingga kuartal III 2025, PTPP mencatatkan laba bersih sebesar Rp5,55 miliar, yang merupakan penurunan sebesar 97,92% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp267,28 miliar. Pendapatan perusahaan juga merosot menjadi Rp10,73 triliun dari Rp14 triliun pada tahun 2024. 

Bisnis PTPP masih didominasi oleh sektor konstruksi, EPC, properti, dan pertambangan. Menyusul penurunan pendapatan, perusahaan mengambil langkah-langkah efisiensi dalam biaya serta berusaha untuk mendivestasikan anak usaha yang non-core guna memperkuat kondisi keuangannya. Liabilitas perusahaan tercatat menurun menjadi Rp40,22 triliun pada bulan Juni 2025. 



Di pasar modal, harga saham PTPP berada di sekitar Rp372–400 per lembar pada 19 November 2025. Pada tahun 2016, saham PTPP sempat mencapai Rp4. 610 per lembar. 

PTPP juga memiliki pengalaman di sektor migas, termasuk penyelesaian proyek pipa transmisi gas Cirebon-Semarang (CISEM) Tahap I sepanjang 60 kilometer pada November 2023. Proyek ini berjalan sesuai rencana, namun untuk Tahap II dari CISEM, tendernya sedang dalam pemeriksaan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). 

Siapa yang Berpotensi Menang? 

Proses resmi untuk tender proyek jargas Dumai-Sei Mangkei masih berjalan. Baik WIKA maupun PTPP memiliki rekam jejak dan keahlian dalam proyek infrastruktur energi. Penentuan pemenang tender nantinya akan didasarkan pada peraturan yang berlaku, serta aspek teknis dan kelayakan penawaran. 

Selama semua pihak—termasuk peserta lelang, panitia, dan pemangku kepentingan lain—mematuhi ketentuan serta menjaga keterbukaan, proyek ini diharapkan dapat melahirkan pemenang yang paling kompeten untuk menerapkan pembangunan dengan cara yang efisien, aman, dan memenuhi standar nasional. 

Kontributor : Ilham

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 2 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts