Warga Gaza Hadapi Musim Dingin dalam Ketakutan dan Kekurangan di Tengah Gencatan Senjata
GAZA. Jum'at 21 November 2025 . Ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi di tenda-tenda darurat di Gaza harus berjuang melawan musim dingin yang menghantam, sambil terus hidup di bawah bayang-bayang konflik yang belum usai. Meskipun gencatan senjata berlaku, ancaman dan kondisi hidup yang keras semakin memperparah penderitaan mereka.
Laporan dari lapangan menggambarkan betapa rentannya situasi yang dihadapi para pengungsi. Di Kota Gaza, Hyam Jundieh (46) berbagi cerita tentang upayanya yang hampir mustahil untuk menjaga kehangatan keluarganya.
![]() |
| Hyam Jundieh (46) |
"Kami tidak bisa tidur karena kedinginan," ujarnya, menyampaikan keputusasaannya. Ia mengaku belum menerima bantuan pakaian musim dingin untuk anak-anaknya. Dalam upaya bertahan hidup, Jundieh terpaksa membakar kertas-kertas kecil untuk memanaskan air, suatu tindakan berbahaya yang dilakukan di tengah tiupan angin dingin yang kencang.
Kondisi tak kalah berbahaya dialami oleh para pengungsi di wilayah pesisir. Di al-Mawasi, Gaza selatan, Abu Mohammed Al-Qarra (57) dan keluarganya terpaksa mendirikan tenda hanya 20 meter dari garis pantai. Jarak yang sangat dekat itu membuat mereka langsung berhadapan dengan amukan ombak.
![]() |
| Abu Mohammed Al-Qarra (57) |
“Ombak yang naik sering menghantam tenda-tenda tipis,” tuturnya, menggambarkan bagaimana situasi itu tidak hanya membuat mereka kedinginan basah, tetapi juga semakin meningkatkan rasa takut dan ketidakpastian.
Dengan perlindungan yang minim dari cuaca dan situasi keamanan yang masih rapuh, musim dingin ini menjadi ancaman tambahan yang serius bagi kelangsungan hidup warga sipil di Gaza. Perjuangan mereka kini bukan hanya untuk mencari rasa aman dari konflik, tetapi juga dari dinginnya alam yang tak kenal kompromi.
Sumber : duniapalestine
Kontributor : Susi
Editor : Tim EDUKASI-R I



