Santerra Delaponte Turunkan 30 Talent di BAFC 2026, Ini Masukan Wahyu Amin
KOTA BATU – Santerra Delaponte kembali menunjukkan partisipasinya dalam gelaran Batu Art Flower Carnival (BAFC) 2026. Pada penyelenggaraan tahun ini, Santerra tercatat telah tiga kali mengikuti kegiatan karnaval tersebut dengan menghadirkan 30 talent entertainment untuk memeriahkan rangkaian acara.
Marketing Santerra Delaponte, Wahyu Amin, menyampaikan bahwa keikutsertaan Santerra dalam BAFC 2026 merupakan bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang mampu memberikan ruang bagi kreativitas, hiburan, serta promosi potensi daerah.
Menurutnya, Santerra menyambut baik penyelenggaraan kegiatan tersebut dan berharap BAFC dapat terus berkembang menjadi agenda yang semakin menarik serta memberikan pengalaman berkesan bagi masyarakat maupun peserta.
"Kami sangat senang dan mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini. Harapannya, kegiatan seperti BAFC bisa terus diselenggarakan dan semakin baik ke depannya," ungkap Wahyu Amin.
Meski memberikan apresiasi, Wahyu juga menyampaikan sejumlah masukan sebagai bahan evaluasi bagi penyelenggara. Salah satu hal yang dinilai perlu mendapatkan perhatian adalah pembenahan teknis pelaksanaan, termasuk penyusunan rundown dan koordinasi selama kegiatan berlangsung.
https://www.edukasi-ri.com/2026/10/harga-tiket-bundling-mikutopia-dan.html
Ia berharap, melalui persiapan teknis yang lebih matang, penyelenggaraan BAFC pada kesempatan berikutnya dapat menghadirkan suasana yang lebih tertata, berkelas, dan memiliki daya tarik hiburan yang semakin kuat.
Selain aspek teknis, Wahyu turut menyoroti pentingnya pengaturan ketertiban di sepanjang area karnaval. Menurutnya, perlu ada pengawasan lebih optimal agar area lintasan peserta tidak bercampur dengan aktivitas masyarakat yang tidak berkepentingan langsung dengan jalannya karnaval.
Beberapa hal yang menjadi perhatiannya antara lain keberadaan pejalan kaki, pengendara sepeda motor, hingga pedagang asongan yang melintas di area karnaval. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kelancaran penampilan peserta serta memengaruhi estetika kegiatan.
Ia juga menyinggung persoalan sampah yang ditemukan di sepanjang lintasan atau runway peserta. Karena itu, pengaturan pedagang, pengawasan akses masuk, serta kebersihan area karnaval dinilai perlu menjadi bagian dari evaluasi penyelenggaraan.
"Masukan kami untuk PIC penyelenggara, ketertiban perlu lebih diatur. Jangan sampai orang dari luar bebas masuk ke area karnaval, baik pejalan kaki, pengendara sepeda motor, maupun pedagang asongan. Hal tersebut juga berpotensi menimbulkan sampah di lintasan peserta," jelasnya.
Wahyu berharap, berbagai masukan tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi panitia penyelenggara dalam meningkatkan kualitas BAFC pada tahun mendatang.
Dengan pembenahan koordinasi, pengaturan jalur karnaval, serta perhatian terhadap kebersihan dan estetika, BAFC diharapkan mampu menghadirkan pertunjukan yang lebih tertib, megah, berwibawa, dan memiliki nilai entertainment yang semakin menonjol.
Partisipasi Santerra Delaponte dalam BAFC 2026 sekaligus menjadi bentuk dukungan pelaku usaha pariwisata terhadap pengembangan kegiatan kreatif dan hiburan di Kota Batu.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-RI







