HUT ke-108 Desa Pandanrejo, Karnaval Budaya Libatkan 70 Kontingen
![]() |
| Momen Kepala Desa Pandanrejo bersama Kerispora |
BATU – Pemerintah Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menggelar Karnaval Budaya dan Sound Kreasi dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 Desa Pandanrejo, Minggu (18/10/2026). Kegiatan bertema “Harmoni Alam dan Gotong Royong Menuju Pandanrejo Raharjo” tersebut melibatkan sekitar 70 kontingen karnaval dan 17 kontingen parade sound kreasi.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu menarik perhatian warga dan pengunjung yang memadati sepanjang rute karnaval. Selain menampilkan tradisi dan kreativitas masyarakat, acara tersebut memberikan kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima untuk menawarkan produk mereka.
Kepala Desa Pandanrejo, Abdul Manan, S.Sos., mengatakan peringatan hari jadi desa melalui kegiatan budaya diharapkan dapat memperkuat kebersamaan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
![]() |
| Kepala Desa Pandanrejo, Abdul Manan, S.Sos. saat ikuti karnaval Desa |
“Dengan hadirnya perayaan hari jadi Desa Pandanrejo ke-108 ini, kami berharap dapat secara langsung mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Kegiatan tahunan ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga pintu masuk untuk memperkenalkan potensi wilayah Pandanrejo yang kaya akan kekayaan alam dan budaya kepada masyarakat luas,” ujar Abdul Manan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan pariwisata desa berbasis budaya yang tetap mengedepankan gotong royong dan kearifan lokal.
Penelusuran Sejarah Desa Pandanrejo
Selain menjadi ajang budaya, peringatan hari jadi tahun ini juga mengangkat upaya penelusuran sejarah Desa Pandanrejo.
![]() |
| Penggiat budaya dari perwakilan Kasunanan Surakarta |
Sekretaris Panitia Pelaksana, Efendi Dwi Santoso, menjelaskan bahwa penetapan usia desa didasarkan pada penelusuran bersama para sesepuh dan tokoh masyarakat.
Salah satu petunjuk yang digunakan berasal dari kesaksian Mbah Bakin, tokoh masyarakat Pandan. Menurut penuturan yang diterima panitia, dahulu terdapat bilah kayu bertuliskan angka 1918 yang disimpan di rumah salah seorang sesepuh desa.
“Kami melangkah berdasarkan penelusuran kepada para sesepuh. Salah satunya petunjuk dari Mbah Bakin dari Pandan, di mana dahulu di rumah Mbah beliau terdapat kayu bertuliskan angka 1918. Artefak dan penuturan historis itulah yang menjadi tolok ukur otentik kami dalam menetapkan tahun lahir desa,” terang Efendi.
![]() |
| Salah satu peserta karnaval budaya |
Ia menambahkan, dokumentasi sejarah Desa Pandanrejo akan terus dikembangkan melalui penelusuran lebih lanjut secara akademis dan ilmiah agar asal-usul serta perjalanan desa dapat tercatat bagi generasi mendatang.
Karnaval Tematik Disiapkan untuk Agenda Mendatang
Panitia juga menjadikan pelaksanaan tahun ini sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada masa mendatang. Aspek keamanan, kenyamanan, dan kesopanan dalam kegiatan masyarakat menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut.
Salah satu rencana yang sedang dijajaki adalah konsep karnaval tematik berbasis dusun. Melalui konsep ini, setiap dusun diharapkan dapat menampilkan potensi pertanian, kreativitas warga, serta seni tradisi masing-masing secara lebih terarah.
![]() |
| Penggiat budaya setempat |
“Ke depannya akan terus kami sempurnakan. Kami sedang menjajaki bentuk karnaval yang lebih soft, tematik, dan makin menyatu di tengah masyarakat. Kami juga berkomitmen agar kegiatan keagamaan dan kebudayaan berjalan beriringan secara seimbang untuk menjaga keharmonisan warga,” pungkas Efendi.
Peringatan Hari Jadi ke-108 Desa Pandanrejo ini turut berlangsung dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-25 Kota Batu. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat tradisi sekaligus memperkenalkan potensi desa melalui keterlibatan warga dan pelaku usaha lokal.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-RI









