Rabu, 02 September 2026

Prabowo Dorong Hunian Layak dan Lingkungan Permukiman yang ASRI

 


BOGOR — Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas bersama sejumlah menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (1/9/2026). Pertemuan tersebut membahas strategi pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas hunian masyarakat sekaligus membangun lingkungan permukiman yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.

Dalam agenda tersebut, pemerintah menempatkan penyediaan rumah layak dan terjangkau sebagai salah satu bagian penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan perumahan tidak hanya diarahkan pada aspek kepemilikan bangunan, tetapi juga mempertimbangkan kondisi lingkungan sebagai satu kesatuan ekosistem permukiman.

Pemerintah terus mengembangkan berbagai skema untuk memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi hambatan finansial bagi masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan dukungan agar mampu memperoleh hunian dengan standar kelayakan yang memadai.

Namun, rumah yang layak tidak semata-mata diukur dari kondisi fisik bangunannya. Ketersediaan air bersih, sanitasi, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), pengelolaan sampah, serta kebersihan kawasan turut menjadi indikator penting dalam menciptakan lingkungan tempat tinggal yang sehat.

Pendekatan tersebut sejalan dengan Gerakan Indonesia ASRI, yang mendorong peningkatan kualitas permukiman secara lebih komprehensif. Program ini diarahkan agar pembangunan hunian berjalan beriringan dengan pembenahan lingkungan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih berkelanjutan.

Sejak 2025 hingga saat ini, program bedah rumah pemerintah telah menjangkau sekitar 400 ribu rumah. Capaian tersebut menjadi bagian dari intervensi pemerintah untuk meningkatkan kualitas tempat tinggal masyarakat, khususnya melalui perbaikan rumah yang membutuhkan peningkatan kondisi fisik.

Tahapan berikutnya tidak berhenti pada rehabilitasi bangunan. Pembenahan diarahkan pada aspek lingkungan melalui penyediaan dan perbaikan infrastruktur dasar, peningkatan akses air bersih, pembangunan maupun perbaikan fasilitas sanitasi, serta penguatan pengelolaan sampah.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, pendekatan tersebut memiliki arti strategis. Hunian yang sehat membutuhkan lingkungan pendukung yang memiliki kualitas sanitasi dan infrastruktur dasar memadai. Dengan demikian, peningkatan kualitas perumahan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap kesehatan, produktivitas, serta kualitas hidup masyarakat.

Konsep lingkungan ASRI juga menekankan pentingnya menciptakan kawasan permukiman yang tidak hanya fungsional, tetapi memiliki aspek kebersihan, kenyamanan, dan keindahan. Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih manusiawi dan mendukung kehidupan masyarakat dalam jangka panjang.

Melalui kebijakan yang terintegrasi antara penyediaan rumah, pembiayaan, infrastruktur dasar, sanitasi, dan pengelolaan lingkungan, pemerintah berupaya membangun ekosistem permukiman yang lebih inklusif.

Presiden Prabowo menaruh perhatian agar agenda peningkatan kualitas perumahan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata. Rumah yang layak diharapkan menjadi fondasi bagi terciptanya keluarga yang lebih sehat dan masyarakat yang memiliki kualitas hidup lebih baik.

Dengan pendekatan tersebut, pembangunan perumahan diarahkan tidak sekadar mengejar kuantitas rumah yang tersedia, tetapi juga memastikan kelayakan, kesehatan, kenyamanan, dan keberlanjutan lingkungan menjadi bagian integral dari kebijakan perumahan nasional.

Kontributor : Abdul

Editor : Tim EDUKASI-RI 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Popular Posts