Minggu, 09 Agustus 2026

Warga Perbatasan Serahkan 1 Kg Sisik Trenggiling ke Satgas Pamtas

 


SAMBAS, KALIMANTAN BARAT — Kepedulian masyarakat terhadap perlindungan satwa liar kembali terlihat di kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia. Seorang warga Dusun Asuansang, Desa Sungai Bening, Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, berinisial J (64), menyerahkan sekitar 1 kilogram sisik trenggiling kepada Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani, Sabtu (8/8/2026).

Sisik satwa dilindungi tersebut diserahkan secara sukarela kepada personel Pos Sei Bening setelah warga memperoleh pemahaman mengenai ketentuan perlindungan satwa dan ancaman terhadap keberlangsungan populasi trenggiling di alam.

Momen penyerahan sisik trenggiling 

Penyerahan berlangsung setelah personel Satgas Pamtas melaksanakan komunikasi sosial dengan masyarakat di Dusun Air Bening dan Dusun Asuansang. Dalam kegiatan tersebut, prajurit memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga satwa liar sekaligus menjelaskan bahwa kepemilikan bagian tubuh satwa yang dilindungi memiliki konsekuensi hukum.

Informasi tersebut kemudian mendorong J untuk menyerahkan sisik trenggiling yang sebelumnya disimpan di rumahnya. Barang tersebut diterima Danpos Sei Bening Sertu Adriansyah Buluati bersama Wadanpos Kopda Rusdi Rajamuddin sekitar pukul 18.50 WIB.

Langkah warga tersebut dinilai mencerminkan tumbuhnya kesadaran ekologis di tengah masyarakat perbatasan. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam upaya konservasi karena pengawasan terhadap satwa liar tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan komunitas yang tinggal berdekatan dengan habitatnya.

Trenggiling merupakan salah satu satwa liar yang memiliki peran dalam keseimbangan ekosistem. Perburuan dan perdagangan bagian tubuhnya dapat memberikan tekanan terhadap populasi di alam, sehingga edukasi dan pencegahan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan biodiversitas.

Sisik Trenggiling 

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani pun mengajak masyarakat untuk tidak menyimpan, memperjualbelikan, maupun memanfaatkan bagian tubuh satwa yang dilindungi. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan satwa dilindungi, bagian tubuhnya, atau indikasi aktivitas ilegal di kawasan perbatasan.

Pendekatan persuasif melalui komunikasi sosial menjadi strategi preventif yang terus dikembangkan Satgas Pamtas. Selain mendukung aspek keamanan, pendekatan tersebut diharapkan mampu membangun kepercayaan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai konservasi lingkungan.

Penyerahan sekitar 1 kilogram sisik trenggiling ini menjadi contoh bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat dapat berkontribusi terhadap perlindungan keanekaragaman hayati. Di kawasan perbatasan, kolaborasi semacam itu memiliki arti strategis karena kelestarian lingkungan dan keamanan wilayah berjalan beriringan.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani menyatakan akan terus memperkuat komunikasi sosial, edukasi konservasi, serta pengawasan bersama masyarakat guna menciptakan wilayah perbatasan yang aman sekaligus memiliki kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.

Kontributor : Bro

Editor : Tim EDUKASI-RI 

Sumber : Pen Satgas Pamtas RI-MALAYSIA Yonarmed19/Bogani Kodam XIII/Merdeka

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts