Warga Tawang Argo Swadaya Tambal Jalan Rusak, Empat Kali Usulan ke Pemkab Malang Belum Terealisasi
MALANG – Kekecewaan terhadap belum terealisasinya perbaikan infrastruktur mendorong warga Desa Tawang Argo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, mengambil langkah nyata. Bersama pemerintah desa, masyarakat bergotong royong memperbaiki sejumlah titik jalan berlubang di Jalan Iskandar Sulaiman, Minggu (26/7/2026), sebagai solusi sementara demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Aksi swadaya tersebut dilakukan pada ruas jalan yang menghubungkan Dusun Suwaluhan dengan kawasan Kalimalang, perbatasan Kabupaten Malang dan Kota Batu. Jalan sepanjang sekitar 1,7 kilometer itu memiliki fungsi strategis sebagai akses utama masyarakat sekaligus jalur alternatif ketika terjadi kepadatan arus lalu lintas di jalan utama.
![]() |
| Suasana penambalan jalan |
Selama bertahun-tahun, kondisi jalan yang dipenuhi lubang telah memicu berbagai keluhan masyarakat. Bahkan, warga menjulukinya sebagai "Wisata Jeglongan Sewu" karena banyaknya lubang yang tersebar di sepanjang ruas jalan tersebut. Fenomena ini tidak hanya menurunkan kualitas konektivitas wilayah, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Kepala Dusun Suwaluhan, Wahyu Giri Dani (35), mengungkapkan bahwa pemerintah desa bersama Kepala Desa Tawang Argo telah berulang kali mengajukan perbaikan jalan melalui mekanisme Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat desa, kecamatan hingga Kabupaten Malang. Namun, hingga kini usulan tersebut belum juga memperoleh realisasi.
![]() |
| Kepala Dusun Suwaluhan, Wahyu Giri Dani |
"Mulai Musrenbangdes, naik ke Musrenbangcam sampai ke kabupaten sudah hampir empat kali pengajuan, tapi dari kabupaten belum direalisasikan," ujar Wahyu di lokasi kegiatan.
Menurutnya, keputusan melakukan perbaikan secara gotong royong merupakan bentuk partisipasi sosial masyarakat sekaligus respons terhadap kondisi jalan yang dinilai semakin membahayakan pengguna.
"Kalau terus menunggu dari pemerintah belum ada kepastian kapan diperbaiki. Padahal jalan ini setiap hari dilalui warga untuk bekerja dan beraktivitas," katanya.
Ironisnya, jalan tersebut baru diresmikan pada tahun 2025 oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. dengan nama Jalan Iskandar Sulaiman. Namun, dalam waktu relatif singkat, kualitas infrastruktur mengalami degradasi hingga memunculkan banyak lubang yang membahayakan pengendara.
Selain persoalan jalan rusak, warga juga menyoroti minimnya fasilitas Penerangan Jalan Umum (PJU) dan belum tersedianya sistem drainase yang memadai. Kondisi tersebut dinilai memperbesar potensi kecelakaan, khususnya pada malam hari maupun saat musim hujan.
Wahyu menjelaskan bahwa usulan pemasangan PJU juga telah diajukan kepada pemerintah daerah. Karena belum mendapat tindak lanjut, warga akhirnya menggalang swadaya untuk memasang sekitar 10 titik lampu penerangan, termasuk pembelian kabel secara mandiri.
"PJU kami pasang sendiri secara swadaya karena warga membutuhkan rasa aman saat melintas pada malam hari," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan damping jalan atau penguatan bahu jalan. Menurutnya, pengaspalan tanpa didukung konstruksi sisi jalan yang memadai berpotensi mempercepat kerusakan akibat beban kendaraan dan faktor lingkungan.
Usulan pembangunan bahu jalan tersebut, lanjut Wahyu, telah disampaikan sejak tahun 2023 namun hingga kini belum terealisasi.
![]() |
| Momen salah satu warga RI 001 RW 001 , Satuin saat berada di sepanjang lokasi perbaikan jalan |
Sementara itu, warga Dusun Suwaluhan, Satuin, mengatakan kondisi jalan yang berlubang telah berulang kali menyebabkan kecelakaan maupun barang bawaan pengendara terjatuh ketika melintas.
"Ini murni bentuk kepedulian masyarakat. Jalan ini memang sudah lama menjadi keluhan warga karena sering menyebabkan kecelakaan," ungkapnya.
Hal serupa disampaikan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Tawang Argo, Rano Susanto. Ia menyebut aspirasi masyarakat terkait perbaikan Jalan Iskandar Sulaiman telah disampaikan melalui Musrenbang sebanyak empat kali, namun belum mendapatkan kepastian pelaksanaan.
![]() |
| anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Tawang Argo, Rano Susanto |
"Karena belum ada kejelasan, akhirnya warga bersama pemerintah desa berinisiatif melakukan perbaikan sendiri demi keselamatan bersama," ujarnya.
Melalui aksi gotong royong tersebut, warga berharap Pemerintah Kabupaten Malang, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi Jalan Iskandar Sulaiman.
Masyarakat tidak hanya berharap dilakukan pengaspalan secara menyeluruh, tetapi juga pembangunan drainase, penguatan bahu jalan, serta penambahan Penerangan Jalan Umum agar kualitas infrastruktur menjadi lebih aman, berkelanjutan, dan mampu mendukung mobilitas masyarakat secara optimal.
![]() |
| Momen seluruh warga RT 001 RW 001 Suwaluhan kerja bakti |
Bagi warga, aksi swadaya ini bukan bentuk penolakan terhadap peran pemerintah, melainkan manifestasi kepedulian sosial sekaligus pesan bahwa kebutuhan dasar masyarakat terhadap infrastruktur yang layak memerlukan respons yang cepat, adaptif, dan berbasis kepentingan publik.
Kontributor: Agus
Editor: Tim EDUKASI-RI






