Rabu, 08 Juli 2026

Dishub Kota Batu Perbaiki 95 Persen Warning Light, Tingkatkan Keselamatan Lalu Lintas

 


KOTA BATU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu terus memperkuat sistem keselamatan transportasi melalui rehabilitasi warning light di sejumlah persimpangan jalan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur lalu lintas yang adaptif terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat.

Perbaikan terbaru dilakukan di kawasan Jalan Suropati, Kota Batu, Rabu (8/7/2026). Tim Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dishub Kota Batu turun langsung ke lapangan untuk memperbaiki perangkat warning light yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan fungsi.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Batu, Tony Hermansyah, menjelaskan bahwa setiap laporan masyarakat mengenai kerusakan fasilitas keselamatan jalan akan ditindaklanjuti secara cepat sesuai tingkat urgensi di lapangan.

"Begitu ada laporan warning light mati, kami langsung melakukan pengecekan dan perbaikan. Alhamdulillah sekarang sudah kembali menyala," ujarnya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Batu, Tony Hermansyah

Menurut Tony, warning light memiliki fungsi vital sebagai instrumen preventif dalam sistem rekayasa lalu lintas. Keberadaannya mampu meningkatkan kewaspadaan pengendara, terutama di titik persimpangan dengan tingkat konflik kendaraan yang relatif tinggi.

Ia menegaskan, pemeliharaan berbagai perlengkapan jalan merupakan tugas utama Bidang Sarpras Dishub Kota Batu. Ruang lingkupnya meliputi warning light, rambu lalu lintas, traffic light, cermin cembung hingga berbagai Alat Perlengkapan Jalan (APJ) lainnya.

"Seluruh sarana tersebut menjadi tanggung jawab kami. Ketika ada laporan kerusakan, petugas segera melakukan verifikasi dan penanganan agar fungsi pelayanan kepada masyarakat tetap optimal," katanya.

Sejak Mei 2026, Dishub Kota Batu menginisiasi program optimalisasi seluruh warning light yang tersebar di berbagai wilayah. Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemeliharaan infrastruktur transportasi yang berorientasi pada peningkatan aspek keselamatan, efisiensi mobilitas, serta penurunan potensi kecelakaan lalu lintas.

Hingga awal Juli 2026, capaian rehabilitasi telah mencapai sekitar 95 persen. Sebagian besar warning light yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah kembali beroperasi secara normal.

Meski demikian, masih terdapat kurang dari lima persen perangkat yang belum dapat diperbaiki akibat keterbatasan komponen pengganti.

"Yang belum selesai salah satunya berada di depan MAN karena masih menunggu komponen datang. Selebihnya hampir seluruh warning light sudah berfungsi kembali," jelas Tony.

Menariknya, mayoritas warning light di Kota Batu kini telah mengadopsi teknologi solar cell sebagai sumber energi utama. Pendekatan ini dinilai lebih efisien, ramah lingkungan, sekaligus mendukung prinsip pembangunan berkelanjutan melalui pemanfaatan energi terbarukan.

"Sebagian besar sudah menggunakan tenaga surya. Hanya beberapa titik saja yang masih memanfaatkan listrik PLN," tambahnya.

Selain menekan konsumsi energi konvensional, sistem berbasis panel surya juga memberikan fleksibilitas pemasangan di lokasi yang belum terjangkau jaringan listrik. Meski demikian, perangkat tersebut tetap membutuhkan pemeliharaan berkala terhadap panel surya, baterai, serta sistem pencahayaan agar performanya tetap optimal.

Tidak berhenti pada rehabilitasi warning light, Dishub Kota Batu juga telah menyiapkan program lanjutan berupa pemeliharaan fasilitas lalu lintas lainnya. Dalam satu hingga dua pekan mendatang, Bidang Sarpras akan melakukan pemasangan Rambu Pendahulu Petunjuk Jurusan (RPPJ) di sejumlah ruas jalan strategis.

Keberadaan RPPJ diharapkan mampu meningkatkan kualitas informasi navigasi bagi pengguna jalan, khususnya wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu, sehingga dapat meminimalkan potensi salah arah sekaligus mendukung kelancaran arus lalu lintas.

"Kami akan melanjutkan pemeliharaan sarana jalan, termasuk pemasangan RPPJ di beberapa lokasi agar masyarakat dan wisatawan lebih mudah menentukan arah tujuan," ungkap Tony.

Ia menambahkan, efektivitas pemeliharaan infrastruktur transportasi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, warga diimbau segera melaporkan apabila menemukan kerusakan pada warning light, rambu lalu lintas, traffic light, cermin cembung maupun fasilitas keselamatan jalan lainnya.

"Laporan masyarakat sangat membantu kami dalam mempercepat identifikasi dan penanganan kerusakan sehingga fasilitas dapat segera kembali berfungsi," tuturnya.

Untuk mempercepat pelayanan, Bidang Sarpras Dishub Kota Batu membuka layanan pengaduan melalui hotline 0819-7735-9953. Masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait kerusakan berbagai fasilitas keselamatan jalan agar segera ditindaklanjuti oleh petugas.

Melalui rehabilitasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Dishub Kota Batu menargetkan seluruh infrastruktur keselamatan lalu lintas dapat berfungsi secara optimal. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem transportasi yang aman, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan rasa nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang beraktivitas di Kota Batu.

Kontributor : Agus

Editor : Tim EDUKASI-RI 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts