Selasa, 30 Juni 2026

Merti Bumi Tulungrejo 2026, Harmoni Njenang dan Adang Ketan sebagai Simbol Kohesi Sosial di Lereng Arjuno

 


KOTA BATU – Suasana khidmat dan semarak menyelimuti area Kantor Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Selasa (30/6/2026). Ribuan warga dari lima dusun Wonorejo, Junggo, Gerdu, Gondang, dan Kekep tumpah ruah mengikuti rangkaian puncak tradisi Merti Bumi 2026, dengan prosesi ikonik Njenang dan Adang Ketan yang menjadi simbol kebersamaan serta harmoni sosial masyarakat agraris lereng Gunung Arjuno-Welirang.

Momen saat Kepala desa Tulungrejo bersama warga aduk njenang

Merti Bumi, yang dalam ontologi budaya Jawa dimaknai sebagai upaya memelihara dan menghormati bumi sebagai sumber kehidupan, tahun ini mengangkat tema "Luhuring Rasa Wilasitaning Gusti". Tema tersebut merefleksikan kesyukuran mendalam atas anugerah Tuhan sekaligus pengakuan akan interelasi ekologis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun ini bukan sekadar ritual seremonial, melainkan manifestasi dari kearifan lokal yang merekatkan identitas kolektif masyarakat Desa Tulungrejo di tengah arus modernitas.

Ketua pelaksana, Eka, menjelaskan bahwa prosesi Njenang dan Adang Ketan merupakan inti dari rangkaian selamatan desa yang telah berlangsung sejak awal Juni 2026. "Kegiatan ini diawali dengan Majang Tarub pada 7 Juni sebagai penanda dimulainya perayaan adat, dilanjutkan Gugur Gunung atau kerja bakti pembersihan lingkungan pada 14 Juni, serta Khotmil Quran dan ziarah kubur pada 24 Juni sebagai dimensi spiritual," paparnya. Menurut Eka, puncak persiapan ditandai dengan pemasangan Penjor dan Cok Bakal pada 26 Juni, serta prosesi Atur Pisungsung pada 27 Juni arak-arakan hasil bumi dari setiap dusun sebagai wujud sedekah dan rasa syukur.

Suasana warga saat proses njenang

"Pada hari ini, warga secara kolektif memasak jenang dan ketan menggunakan wajan berukuran besar. Bahan yang diolah mencapai , terdiri dari ketan, kelapa, gula merah, dan beras semua berasal dari hasil bumi lokal," ujar Eka. Ia menambahkan bahwa filosofi di balik prosesi ini sarat akan makna sosiologis: jenang tidak akan matang tanpa diaduk secara bersama-sama, sebagaimana desa tidak akan pernah maju tanpa solidaritas dan gotong royong. "Kami berharap tradisi ini tidak hanya lestari, tetapi juga menjadi media edukasi bagi generasi milenial tentang nilai-nilai kohesi sosial dan ketahanan budaya," harapnya.

Kepala Desa Tulungrejo, Suliono

Senada, Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, menuturkan bahwa Merti Bumi adalah warisan budaya yang mengajarkan rasa syukur, penghormatan kepada alam, dan penguatan modal sosial. "Kegiatan ini merupakan ungkapan syukur sekaligus doa agar masyarakat selalu diberikan kesehatan, kesejahteraan, dan hasil panen yang melimpah. Tradisi warisan leluhur seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan," tegasnya. Suliono juga menyoroti potensi pengembangan wisata religi dan budaya di Desa Tulungrejo. "Kami sedang mengemas kawasan punden dan situs leluhur menjadi venue wisata religi. Banyak situs di Tulungrejo yang memiliki nilai sejarah tinggi dan bisa dikenalkan ke skala nasional hingga internasional," ungkapnya.

Harapannya, generasi muda tidak sekadar menjadi penonton, tetapi garda terdepan dalam pelestarian budaya. "Saya berharap anak-anak muda ikut aktif menjaga dan mempromosikan warisan ini. Peluang ekonomi dari wisata religi sangat besar jika dikelola bersama," pungkas Suliono.

Momen foto bersama 

Rangkaian Merti Bumi 2026 masih akan berlanjut dengan Tirakatan dan Jamasan Shidikara Pusaka pada 1 Juli, tradisi Weweh pada 3 Juli, serta puncak karnaval budaya pada 5 Agustus mendatang. Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat, Merti Bumi Tulungrejo menjelma menjadi etalase kekayaan tradisi sekaligus bukti resistensi budaya di era disruptif sebuah harmoni antara kearifan lokal dan dinamika zaman yang patut diapresiasi sebagai aset budaya bangsa.


Kontributor : Agus 

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts