KONI Kota Batu Gelar Tes VO2Max Atlet Jelang Porprov Jatim 2027
![]() |
| Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ariwahyudi |
KOTA BATU – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur X Tahun 2027 di Surabaya dengan menggelar tes kebugaran VO2Max bagi para atlet yang diproyeksikan menjadi kontingen Kota Batu.
Kegiatan yang berlangsung di GOR Gajah Mada Kota Batu, Selasa (16/6/2026), tersebut menjadi bagian penting dalam proses pemetaan kondisi fisik atlet sekaligus tahap awal menuju program Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot).
Ketua KONI Kota Batu, Sentot Ariwahyudi, menjelaskan bahwa pengukuran VO2Max merupakan instrumen ilmiah yang digunakan untuk mengetahui kapasitas maksimal tubuh dalam menyerap dan memanfaatkan oksigen saat beraktivitas fisik intensitas tinggi. Parameter ini dinilai sangat penting untuk mengukur tingkat kebugaran, daya tahan, dan kesiapan atlet menghadapi kompetisi multi-event seperti Porprov.
"Tes kebugaran ini kami laksanakan untuk mengetahui tingkat kesiapan atlet-atlet yang akan dipersiapkan menghadapi Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya. Kebugaran dan kesehatan atlet menjadi faktor fundamental dalam mendukung performa saat bertanding," ujar Sentot.
Menurutnya, tantangan yang akan dihadapi atlet Kota Batu tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis olahraga, tetapi juga adaptasi terhadap kondisi lingkungan. Perbedaan karakteristik cuaca antara Kota Batu yang berhawa sejuk dengan Surabaya yang relatif lebih panas menjadi variabel penting yang harus diantisipasi sejak dini.
"VO2Max menjadi salah satu indikator objektif untuk melihat kesiapan fisik atlet. Mereka harus mampu menjaga stabilitas kebugaran dalam berbagai kondisi cuaca dan lingkungan. Adaptasi fisiologis ini menjadi bagian dari proses pembinaan atlet menuju prestasi yang optimal," katanya.
Sentot menambahkan, tes kebugaran tersebut juga menjadi tahapan awal dalam penyusunan program latihan yang lebih terukur dan berbasis data. Hasil evaluasi nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan metode pelatihan, peningkatan kapasitas fisik, hingga pemantauan perkembangan atlet secara berkala.
Dalam agenda persiapan Puslatkot, tercatat sebanyak 292 atlet, 30 pelatih, dan 30 cabang olahraga (cabor) mengikuti proses seleksi dan pengukuran kebugaran tersebut. Sementara itu, dari total 47 cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Kota Batu, sejumlah cabor belum dapat mengikuti kegiatan karena masih menjalani agenda kejuaraan di luar daerah.
"Beberapa cabang olahraga belum bergabung karena masih mengikuti berbagai kejuaraan. Namun secara bertahap seluruh atlet yang diproyeksikan memperkuat Kota Batu akan masuk dalam program pembinaan dan pemusatan latihan," jelasnya.
Melalui pelaksanaan tes VO2Max ini, KONI Kota Batu berharap proses pembinaan atlet dapat berjalan lebih sistematis, terukur, dan berbasis pendekatan sport science, sehingga mampu meningkatkan daya saing kontingen Kota Batu pada ajang Porprov Jawa Timur 2027 mendatang.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I
