Patrol Fest 2026,Sintesis Kreativitas, Ekonomi Kerakyatan, dan Dekade Eksistensi Batara Muda Percussion di Batu
Kota Batu – Di tengah kontemplasi spiritual bulan suci Ramadan, Kelurahan Ngaglik, Kota Batu, mentransformasi energi positif warganya menjadi sebuah gelaran seni yang spektakuler. Patrol Fest 2026 yang berlangsung pada Sabtu malam 7 Maret 2026, tidak hanya menjadi ajang kompetisi perkusi, melainkan sebuah manifestasi komprehensif dari dinamika sosial, kreativitas artistik, dan pemberdayaan ekonomi warga. Momentum ini sekaligus menandai tonggak sejarah satu dekade perjalanan Batara Muda Percussion, kelompok seni perkusi yang menjadi ikon pemuda setempat.
Acara yang digagas secara kolaboratif oleh Karang Taruna Kelurahan Ngaglik, Batara Muda Percussion, dan Forum Anak ini merupakan bagian integral dari rangkaian Selamatan Kelurahan yang telah diinisiasi sejak Februari. Lurah Ngaglik, Ervan Yudhistiawan, dalam perspektif sosiologisnya menjelaskan bahwa festival ini dirancang sebagai instrumen untuk memperkuat kohesi sosial dan modal kultural masyarakat.
![]() |
| Penampilan salah satu peserta lomba patrol |
"Festival ini adalah wujud konkret dari partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan kebudayaan. Malam ini, terdapat 14 grup peserta yang berpartisipasi, menunjukkan adanya distribusi talenta artistik yang tidak hanya berasal dari Kota Batu, tetapi juga dari Kota Malang dan Kabupaten Malang. Hal ini mengonfirmasi posisi Kelurahan Ngaglik sebagai salah satu episentrum kreativitas seni perkusi di kawasan Malang Raya," ujar Ervan dalam sambutannya, menekankan esensi acara sebagai wahana untuk memupuk solidaritas dan sportivitas antarpegiat seni.
Kehadiran Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Karang Taruna Kota Batu, memberikan legitimasi dan afirmasi terhadap praktik baik yang dilakukan oleh pemuda Ngaglik. Dalam orasi ilmiahnya, Heli menyoroti peran vital ekosistem kreatif dalam pembangunan berkelanjutan.
![]() |
| Wakil Walikota Batu, Heli Suyanto sampaikan sambutan |
"Inisiatif seperti Patrol Fest 2026 ini adalah sebuah laboratorium sosial yang sangat positif. Saya melihat adanya sinergi antara ekspresi artistik dan pembentukan karakter kepemimpinan di kalangan generasi muda. Ini bukan sekadar hiburan, melainkan investasi jangka panjang untuk memperkuat fondasi kemandirian ekonomi dan kreativitas," apresiasi Heli. Ia pun merekomendasikan adanya alokasi anggaran berbasis kinerja dari pemerintah kelurahan untuk mendukung program-program Karang Taruna, sebagai stimulan fiskal bagi terciptanya wirausaha muda yang inovatif dan adaptif.
Dimensi keberlanjutan dari festival ini terlihat dari pendekatan holistik yang diusung panitia. Tidak hanya berfokus pada aspek artistik, Patrol Fest 2026 didesain sebagai katalisator transaksi ekonomi kerakyatan. Ruang publik di sekitar lokasi acara dialihfungsikan menjadi klaster ekonomi produktif yang melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Pedagang Kaki Lima (PKL) lokal.
![]() |
| Momen Kepala Kelurahan Ngaglik dalam sambutannya |
"Kami mengadopsi konsep festival inklusif yang mengintegrasikan sektor seni dengan sektor riil. Dengan menyediakan ruang bagi pelaku ekonomi lokal, kami berupaya menciptakan ekosistem sirkular di mana nilai-nilai budaya dapat bertransformasi menjadi nilai tambah ekonomi secara langsung. Ini adalah praktik konkret dari ekonomi kreatif berbasis komunitas," terang Ervan, menjelaskan dampak multiplier effect yang ditimbulkan oleh kegiatan tersebut.
Baca juga :
Aspek kuratorial acara juga menunjukkan kematangan intelektual para penyelenggara. Dengan mengusung tema perayaan satu dekade Batara Muda Percussion, festival ini menjadi medium refleksi historis sekaligus proyeksi masa depan. Batara Muda tidak hanya dipandang sebagai kelompok seni, tetapi sebagai institusi sosial yang telah berhasil membina dan mengkaderisasi minat serta bakat generasi muda dalam kurun waktu sepuluh tahun. Eksistensi mereka adalah bukti empiris bahwa seni tradisi dapat dikontekstualisasikan dengan selera estetika kontemporer tanpa kehilangan esensi kulturalnya.
![]() |
| Dewan Juri Lomba Patrol |
Menjelang akhir acara, pesan Wakil Wali Kota Heli Suyanto mengenai sportivitas menjadi pengingat penting bahwa kompetisi seni, layaknya disiplin ilmiah lainnya, harus dijunjung di atas prinsip-prinsip etika dan integritas. Patrol Fest 2026 diharapkan tidak hanya menjadi seremoni seremonial belaka, melainkan fondasi bagi konstruksi ekosistem seni yang lebih mandiri dan berkelanjutan di Kota Batu. Festival ini menjadi narasi baru bagaimana sebuah komunitas mampu mengorkestrasi sumber daya lokal—dari kreativitas, partisipasi, hingga potensi ekonomi—menjadi sebuah simfoni pembangunan yang utuh dan bermakna.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I





