Menggembleng Generasi Rabbani, Puncak Ramadan Camp di SDN 03 Bulukerto Integrasikan Ibadah dan Pembentukan Karakter
Kota Batu, 11 Maret 2026 – Suasana religius dan penuh khidmat menyelimuti lingkungan SDN 03 Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, pada Rabu sore. Ratusan peserta didik, jajaran komite, paguyuban wali murid, serta para tenaga pendidik dan pengawas berkumpul untuk mengikuti momen puncak kegiatan "Ramadan Camp". Acara yang digelar di halaman sekolah ini menjadi puncak dari rangkaian Pondok Ramadan yang telah berlangsung sejak 9 Maret 2026, dengan tema besar "Membentuk Pribadi Beriman, Berakhlak, dan Berilmu".
Kegiatan yang didesain sebagai laboratorium spiritual ini tidak hanya melibatkan elemen internal sekolah, tetapi juga mendapatkan dukungan penuh dari eksternal. Hadir dalam kesempatan tersebut para alim ulama, jajaran Komite SDN Bulukerto 03 yang dipimpin oleh Ketua Komite Suryadi, perwakilan guru dari TK Bina Putra 3 serta PAUD Melati, dan Paguyuban SDN Bulukerto 03. Kehadiran Al-Mukarrom Ustaz Rojikin sebagai pembina rohani, serta Erna Dwi Pelitisi, M.Pd., selaku Pengawas TK/SD Kota Batu sekaligus Pengawas Pembina SDN Bulukerto 03, menambah khidmat dan legitimasi akademik pada penyelenggaraan acara ini.
![]() |
| Peserta Ramadhan Camp |
Momentum puncak yang berlangsung selama sehari penuh ini diisi dengan serangkaian aktivitas yang komprehensif. Dimulai dari tadarus Al-Qur'an sebagai upaya membangun koneksi spiritual (hablumminallah), kegiatan sosial berbagi takjil kepada masyarakat sekitar sebagai implementasi kepedulian sosial (hablumminannas), tausiah agama, hingga agenda kebersamaan yang terdiri dari berbuka puasa, salat tarawih berjamaah, Qiyamul Lail dan pelaksanaan sahur bersama.
Kepala SDN 03 Bulukerto, Irfan, dalam sambutannya pada acara penutupan Pondok Ramadan menegaskan bahwa rangkaian panjang kegiatan ini adalah sebuah kurikulum tersembunyi (hidden curriculum) yang bertujuan untuk menginternalisasi nilai-nilai keislaman dalam diri siswa.
![]() |
| Momen Kepala Sekolah berikan sambutan |
"Hari ini adalah puncak dari proses pembinaan karakter yang kita lakukan selama tiga hari. Kita akan mengikuti rangkaian kegiatan yang cukup panjang hingga esok hari. Harapan kami, melalui kegiatan ini anak-anak mendapatkan pengalaman empiris yang berharga. Baik itu pengalaman dalam menjalankan ibadah puasa, mengisi waktu dengan kegiatan yang substantif dan bernilai ibadah, serta menanamkan habitus positif seperti membaca Al-Qur'an dan salat berjamaah," ujar Irfan di hadapan para peserta didik dan wali murid.
Lebih lanjut, ia memaparkan agenda yang akan dilalui para siswa. "Sore ini kita akan mengikuti kajian tematik bersama Ustaz Rojikin, dan dilanjutkan nanti malam dengan kegiatan Qiyamul Lail (salat malam) sekitar pukul 02.00 atau 02.30 dini hari hingga menjelang waktu sahur. Perlu kami sampaikan bahwa seluruh siswa kelas 1 sampai kelas 6 mengikuti rangkaian puncak ini. Namun, untuk kegiatan menginap (inap) hingga besok pagi, secara khusus diikuti oleh siswa kelas 3 sampai kelas 6 sebagai bentuk simulasi kemandirian. Untuk anak-anakku di kelas 1 dan 2, silakan nanti melaksanakan salat malam di rumah masing-masing bersama orang tua sebagai bentuk sinergi pembelajaran di sekolah dan rumah," imbuhnya.
![]() |
| Ketua Komite Suryadi |
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komite, Suryadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan kerja keras pihak sekolah. Ia memandang kegiatan Pondok Ramadan sebagai intervensi strategis dalam pembentukan fondasi karakter anak di tengah derasnya arus globalisasi.
"Kami selaku representasi dari Komite Sekolah ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kepala Sekolah dan jajaran guru yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Kami menyadari betapa esensialnya kegiatan Pondok Ramadan ini bagi putra-putri kita, terutama dalam membentuk karakter dan memperdalam ilmu agama di bulan yang penuh berkah ini," tutur Suryadi.
![]() |
| Foto bersama seusai pemberian santunan |
Ia juga berpesan kepada para siswa untuk memanfaatkan momentum ini secara optimal. "Manfaatkanlah waktu yang singkat ini dengan sebaik-baiknya sebagai medium refleksi diri. Jadikan bekal ilmu yang didapat di sini untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar kalian menjadi generasi yang saleh dan salihah, serta membanggakan orang tua dan sekolah." Tak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali murid dan Paguyuban atas dukungan material dan moral yang telah diberikan.
Sementara itu, Erna Dwi Pelitisi, M.Pd., selaku Pengawas TK/SD Kota Batu sekaligus Pengawas Pembina SDN Bulukerto 03, juga memberikan atensi dan apresiasi yang tinggi. Menurutnya, kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari pendidikan holistik yang mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta selaras dengan visi pendidikan Kota Batu dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
![]() |
| Mardiyah, Guru Kelas 1 SDN 03 Bulukerto |
Dari sudut pandang pedagogis, Mardiyah, Guru kelas 1, menuturkan harapannya terhadap dampak jangka panjang dari kegiatan ini. "Semoga dengan adanya kegiatan ini, anak didik tidak hanya memahami puasa secara tekstual sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mampu memaknai Ramadhan secara kontekstual.
![]() |
| Saat berbagi takjil |
Selain mendapatkan suasana baru dan pengalaman baru, kegiatan ini secara fundamental menanamkan nilai-nilai spiritual sejak dini. Proses pembiasaan ini diharapkan dapat membentuk memori jangka panjang yang positif, sehingga setiap individu akan selalu teringat, mampu menumbuhkan pemahaman komprehensif tentang esensi puasa, dan pada akhirnya mentransformasi perilaku mereka menjadi lebih baik, lebih empatik, dan berakhlak mulia," pungkasnya.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan puncak Ramadan Camp ini, SDN 03 Bulukerto telah berhasil menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan moral.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I







