Jumat, 09 Januari 2026

Sinergi Adat dan Konservasi: Warga Giripurno Gelar Tasyakuran untuk Selamatkan Sumber Mata Air

INAPROC V6

 


KOTA BATU – Warga Desa Giripurno menunjukkan komitmen nyata melestarikan sumber kehidupan melalui harmonisasi kearifan lokal dan aksi lingkungan. Ratusan masyarakat, didukung penuh pemerintah dan tokoh setempat, menggelar acara tasyakuran dan doa untuk leluhur serta sumber mata air di kediaman Sudarsono, Dusun Sabrang Bendo, Kamis (8/1/2026) malam.


Momen pendoa bersama undangan

Acara yang dihadiri perwakilan multisektor ini bukan sekadar ritual tradisi, melainkan bentuk respons kolektif atas ancaman terhadap kelestarian sumber daya air. Hadir dalam kesempatan tersebut Camat Bumiaji Thomas Maydo, Kasatpol PP Kota Batu, Kepala Desa Giripurno,Kepala Desa Tawangagro, perwakilan BPBD, serta tokoh masyarakat dan pendidikan, mencerminkan keseriusan penanganan .

Momen tuan rumah, Sudarsono saat berikan sambutan

"Acara ini merupakan wujud syukur dan ikhtiar kami. Penghormatan pada leluhur yang merawat tempat ini, sekaligus ikhtiar agar mata air tetap mengalir untuk generasi penerus," ujar Sudarsono, selaku tuan rumah, dalam sambutannya.


Keprihatinan ekologis menjadi fondasi acara. Suwito, perwakilan Tim Penyelamatan Sumber Mata Air, memaparkan kondisi terkini dan ancaman yang dihadapi. Ia menekankan perlunya sinergi antara dimensi spiritual dan aksi teknis konservasi.


Pengurus Hipa Sabrang bendo, Suwito saat sampaikan pemaparannya

"Doa dan tasyakuran ini pelecut semangat. Namun, harus diikuti tindakan konkret seperti penanaman pohon, pembuatan biopori, dan pengaturan aliran. Kelestarian harus tercapai secara spiritual dan ekologis," tegas Suwito.


Robiyan, Ketua Tim Penyelamat Mata air Giripurno, saat sampaikan Berita acara

Komitmen tersebut telah dituangkan dalam bentuk kesepakatan formal. Robiyan, Ketua Tim Penyelamat Mata Air Desa Giripurno, menjelaskan bahwa beberapa poin penting telah disepakati dalam berita acara antara warga, lembaga pendidikan, instansi pemerintah, dan Pemerintah Kota Batu sebelumnya. Kesepakatan ini menjadi landasan kerja kolaboratif yang lebih terstruktur.


Kepala Desa Giripurno, Suntoro, menilai acara syukuran dan doa bersama untuk sumber mata air tersebut sangat positif. Menurutnya, kegiatan ini memperkuat nilai religi masyarakat, sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya.

Kepala Desa Giripurno, Suntoro saat penyampaian sambutan

"Acara ini juga mengedepankan semangat kegotongroyongan dan mempererat silaturahmi antar warga," jelas Suntoro. Ritual yang telah menjadi tradisi ini digelar sebagai bentuk rasa syukur atas keberkahan sumber air yang menjadi penopang kehidupan sehari-hari, selain itu mensukseskan program pemerintah pusat dalam hal ketahanan pangan.


Pemerintah menyambut baik inisiatif berbasis komunitas ini. Camat Bumiaji, Thomas Maydo, mengapresiasi pendekatan yang mengintegrasikan kearifan lokal dengan kepedulian lingkungan.

Camat Bumiaji, Thomas Maydo berikan sambutan

"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat yang dilandasi nilai-nilai luhur seperti ini adalah kunci keberhasilan menjaga warisan alam Kota Batu untuk generasi mendatang," jelas Thomas Maydo dalam pidatonya.


Acara mencapai puncak dengan tauziah dari Gus Agung Perkasa, putra Romo Yai Ibnu Sulaiman, yang menguatkan dimensi spiritual konservasi. Dalam ceramah bertema air, ia menyampaikan bahwa menjaga sumber kehidupan merupakan bagian dari ibadah dan rasa syukur.



Gus Agung Perkasa, Putra Romo yai Ibnu Sulaiman 

"Air adalah sumber kehidupan. Menjaganya adalah ibadah, melestarikannya adalah syukur. Merusaknya berarti mengingkari nikmat," pesan Gus Agung yang menyentuh para hadirin.


Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para sesepuh. Ritual ini tidak hanya memperkuat kohesi sosial warga Giripurno, tetapi juga menandai babak baru komitmen multipihak yang terlembagakan untuk menjaga aset vital desa. Inisiatif Giripurno diharapkan dapat menjadi replika bagi desa-desa lain di Kota Batu dalam menjawab tantangan krisis air melalui pendekatan budaya dan kolaboratif.


Kontributor : AGS

Editor : Tim EDUKASI-R I


Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 2 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts