Rabu, 14 Januari 2026

Poltekad Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Cair, Desa Tulungrejo Operasikan Dua Unit Alat

INAPROC V6



KOTA BATU. Inovasi pengelolaan sampah berbasis teknologi ditunjukkan oleh mahasiswa Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) melalui Praktek Kerja Nyata (PKN) di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Kegiatan selama tiga minggu yang berfokus pada konversi sampah non-organik menjadi bahan bakar cair menggunakan teknologi pirolisis ini resmi memasuki tahap akhir, Rabu (14/1/2025).

Momen foto bersama Kepala Desa Tulungrejo bersama Politeknik Angkatan Darat 

Kegiatan yang mendapat sambutan positif dari pemerintah desa ini tidak hanya menawarkan solusi praktis penanganan sampah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai ekonomi. Dalam pemaparannya, perwakilan Komandan Poltekad, Letkol Arh Agus Setiawardi, S.T., M.M., menyatakan bahwa kegiatan PKN kali ini sengaja menitikberatkan pada persoalan lingkungan yang konkret di masyarakat.


Kajurlek ,Letkol Arh Agus Setiawardi, S.T., M.M
Kajurbal ,Letkol Arh Prijo Pujianto, S.T., M.M.
Bersama
Kapten Cpl Maryono, S.T., M.Tr.T.

"Kami menitikberatkan pada pengolahan sampah dengan menerapkan sistem pirolisis. Alhamdulillah, hasilnya bisa langsung bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, sebagai bentuk komitmen energi hijau, kami juga menerapkan energi tenaga surya untuk penerangan di titik pengolahan ini," jelas Agus Setiawardi di hadapan Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, jajaran perangkat desa, serta seluruh mahasiswa peserta PKN.


Kepala Jurusan Mesin Poltekad, Letkol Arh Harnyoto, S.T., M.M., dalam kesempatan yang sama, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan penerapan teknologi tersebut. Ia memaparkan secara rinci efisiensi dan potensi hasil dari alat pirolisis yang digunakan.

Kepala Jurusan Mesin Poltekad, Letkol Arh Harnyoto, S.T., M.M


"Kami bersyukur PKN ini ternyata bisa mengurai permasalahan sampah non-organik. Alat ini memiliki nilai tambah karena bisa menghasilkan bahan bakar cair. Dari sampah plastik sebanyak lima kilogram, kita bisa menghasilkan sekitar empat liter bahan bakar cair," papar Harnyoto.


Lebih lanjut, Harnyoto menjelaskan bahwa produk cair yang dihasilkan masih memiliki potensi untuk dimurnikan lebih lanjut. "Jika melalui tahapan proses pengolahan lanjutan, bahan bakar ini bisa dihasilkan untuk keperluan kendaraan, seperti bensin dan solar, atau juga minyak tanah. Namun untuk saat ini, penekanan kami masih pada pengolahan dasar menjadi bahan bakar cair," jelasnya.


Momen saat operasikan pirolisis

Penjelasan ini menunjukkan bahwa inovasi yang diperkenalkan bukan sekadar percobaan, melainkan sebuah solusi yang memiliki roadmap pengembangan yang jelas, dari pengelolaan sampah hingga potensi penciptaan energi alternatif.


Respon dari Pemerintah Desa Tulungrejo sangat antusias. Kepala Desa Tulungrejo, Suliono, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa dan dosen Poltekad beserta teknologinya memberikan dampak langsung yang signifikan bagi upaya penanganan sampah di wilayahnya.


Kepala Desa Tulungrejo, Suliono

"Dengan adanya kegiatan PKN ini, kami sangat terbantu sekali, terutama dalam hal penanganan sampah. Terlebih lagi dengan pemanfaatan sistem pirolisis ini, di mana sampah bisa diubah menjadi bahan bakar cair. Ini sangat berguna sebagai penunjang proses penanganan dan pengolahan sampah kami, " ujar Suliono dengan semangat.


Komitmen desa tidak berhenti pada apresiasi. Suliono menyatakan kesiapan untuk mengadopsi dan meneruskan penggunaan teknologi tersebut. "Kami akan menggunakan alat buatan Politeknik Angkatan Darat ini. Untuk saat ini, kami telah bersepakat menggunakan dua unit alat," tambahnya.




Keputusan ini menunjukkan bahwa solusi yang ditawarkan dianggap feasible, mudah dioperasikan, dan menjawab kebutuhan riil masyarakat, sehingga langsung diadopsi untuk penggunaan berkelanjutan.


PKN Poltekad di Tulungrejo merupakan contoh nyata dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang dilakukan dengan pendekatan holistik. Mahasiswa tidak hanya terjun ke lapangan, tetapi juga membawa serta solusi teknologi tepat guna yang dirancang di kampus.

Saat memilah sampah 


Kegiatan ini juga menitikberatkan pada transfer pengetahuan dan teknologi, memastikan bahwa setelah mahasiswa kembali ke kampus, masyarakat memiliki kemampuan dan alat untuk melanjutkan program secara mandiri. Penggunaan energi tenaga surya dalam operasional alat juga mencerminkan prinsip berkelanjutan (sustainability), di mana proses pengolahan sampah tidak menimbulkan beban energi baru yang besar.


Momen penerapan panel tenaga Surya untuk penerangan

Dengan ditutupnya rangkaian PKN tahap ini, diharapkan kolaborasi antara Poltekad dan Desa Tulungrejo akan terus berlanjut. Keberhasilan pengolahan 5 kg sampah plastik menjadi 4 liter bahan bakar cair ini bukanlah akhir, melainkan awal dari sebuah model pengelolaan sampah terpadu yang dapat direplikasi di desa-desa lain di Kota Batu dan wilayah sekitarnya, menawarkan solusi ganda: lingkungan yang lebih bersih dan potensi kemandirian energi berbasis sampah.

Kontributor : AGS

Editor : Tim EDUKASI-R I

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 2 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts