Minggu, 28 Desember 2025

Kurash sebagai Arah Baru Penguatan SMA Islam Batu Mencetak Atlet Berkarakter

INAPROC V6


Arinta Aisyah Larasati | Mahasiswa Fakultas Psikologi | Universitas Muhammadiyah Malang


     Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada umumnya hanya berupa promosi secara online maupun offline yang berisi tentang keunggulan dan fasilitas yang disediakan sekolah untuk menarik calon siswa baru. Berbeda dengan SMA Islam Batu atau yang kerap disebut dengan SMAI ini dikenal sebagai salah satu SMA yang menyediakan kelas-kelas khusus dengan berbagai kategori di dalamnya. SMAI ini telah menghasilkan alumni berkualitas, serta mampu menjalin kerjasama dengan pihak-pihak dari berbagai bidang. SMAI memiliki kategori Kelas Atlet, Kelas Mitra persiapan TNI/POLRI, hingga Kelas Mitra Pondok.


 Kelas terunggul nya adalah kelas atlet olahraga, program kelas ini juga merupakan salah satu faktor yang membuat SMA Islam Batu semakin maju dan berkembang. Berdasarkan keterangan dari Kepala Sekolah SMAI, Ikhwan Hariono S.M, M.Pd, selama 3 tahun terakhir SMAI telah mampu mencapai target jumlah siswa yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan. Pencapaian itu diperoleh dari berkembangnya program akademi olahraga, yaitu pendirian Akademi Pencak Silat (APS) dari tiga tahun lalu dan tahun ini SMAI mulai berkecimpung pada cabang olahraga Kurash. 


 Dilihat dari kesuksesan APS selama tiga tahun terakhir dengan meningkatnya jumlah siswa pendaftar dan bertahannya minat pelajar pada bidang olahraga. Kelas olahraga disini tentunya terpisah dengan kelas normal, sehingga bisa dikatakan bahwa setiap ketegori kelas memiliki kebijakan yang menyesuaikan kebutuhan dan tetap menjaga keseimbangan akademik dan non-akademik seluruh siswanya. Program olahraga disini tidak hanya memberikan pendidikan berupa praktik dan teori saja, namun juga dikaitkan dengan pendidikan karakter hingga keagamaan. Sehingga hal tersebut dapat menjadi bukti nyata bahwasanya pelajar dan publik percaya sekaligus telah menerima banyak manfaat dari program SMAI ini.


 Jadi APS ini merupakan program sebagai wadah pelatihan dan pengembangan bakat minat dalam seni bela diri, yaitu pencak silat. Bukan hanya belajar strategi, namun juga membangun karakter diri menjadi lebih percaya diri, serta kuat secara fisik, batin, mental, dan pikiran. Pelatihan di APS ini tentunya memperhatikan tingkat kemampuan dari tiap kelompok usia hingga potensi tiap individu nya, sehingga para pelajar ini mampu mengenali kebutuhan dan potensi diri sebagai bentuk penunjang masa depannya. Sejauh ini APS telah membimbing 


para pelajar meraih banyak sekali prestasi, sekaligus memberikan banyak perubahan terhadap karakter dan pandangan masa depan mereka yang jauh lebih bermakna.


 Setelah kesuksesan melalui APS, kali ini SMAI memutuskan untuk mulai melirik dan berkecimpung pada cabang olahraga Kurash yang terbilang masih cukup baru di Indonesia. Kurash sendiri merupakan bela diri gulat asal Uzbekistan, yaitu dimainkan oleh dua orang dengan tujuan saling melempar atau menjatuhkan bagian punggung lawan ke tanah. Kurash mulai disosialisasikan oleh International Kurash Association (IKA) di Indonesia pada tahun 2011, namun baru dibentuk oleh Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI) pada tahun 2016 sebagai persiapan Asian Games 2018. Kurash diresmikan menjadi salah satu cabang olahraga dalam Asian Games 2018 dan SEA Games 2019, sehingga nama PBKI tadi diubah menjadi Federasi Kurash Indonesia (FERKUSHI).


 Ikhwan Hariono S.M, M.Pd., selaku kepala sekolah SMAI, menyatakan bahwa kurash dapat menjadi peluang baru sebagai keberlanjutan program sebelumnya. Dari keberhasilan APS yang telah mampu membangun kepercayaan publik sebelumnya, tentunya persaingan prestasi tidak akan berhenti dan harus terus bergerak di bidang yang lain. SMAI menargetkan sistem pembinaan terstruktur dan konsisten agar perkembangan siswa tetap terjaga dan terus meningkat. Kurash bukan program untuk jangka pendek saja, melainkan program guna investasi dalam jangka panjang dengan tujuan menjaga mutu sekolah di tengah persaingan yang semakin kompetitif.


 Suwito Joyonegoro S.H, M.H., selaku ketua kurash kota batu dan sekaligus komite biro hukum SMAI, menyatakan bahwa Kurash ini dapat menjadi langkah strategis baru dalam membangun sistem pendidikan SMAI. Beliau juga menekankan pentingnya kejelasan dan kebijakan sistem pembinaan, perlindungan hak siswa, hingga keterbukaan informasi kepada orang tua atau wali mereka. Serta program ini dianggap bukan hanya sebagai investasi dan inovasi baru, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab sekolah untuk memfasilitasi dalam pembinaan dan sekaligus menciptakan generasi muda yang berkualitas dan beretika.


 Melalui pengembangan Kurash, SMA Islam Batu menunjukkan kebijakan pendidikan yang adaptif dan berorientasi pada jangka panjang. Tidak berhenti pada keberhasilan dari APS saja, namun SMAI mulai menemukan pijakan peluang baru bagi sekolah maupun siswanya melalui Kurash. Adanya program ini semakin memperkuat SMAI sebagai sekolah yang siap dan serius dalam mengelola potensi non-akademik tanpa mengabaikan pembentukan karakter hingga nilai keagamaan siswanya. Dukungan dari pihak sekolah dan komite memperlihatkan 


kesiapan lembaga pendidikan dalam menjaga mutu, sistem pembinaan, hingga perlindungan siswanya. Langkah ini membuktikan bahwa SMAI mampu bergerak aktif dalam menghadapi persaingan pendidikan dan tetap fokus pada kualitas siswanya dan keberlanjutan program.


Kontributor : AGS

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 2 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts