Gaza Pulihkan Masjid Omari, Warisan Tertua yang Hancur dalam Perang
GAZA . Warga Palestina di Jalur Gaza bersatu padu dalam upaya gotong royong memulihkan Masjid Omari, masjid tertua dan terbesar di wilayah tersebut, yang mengalami kehancuran parah selama serangan Israel. Aksi restorasi mandiri ini muncul sebagai simbol ketahanan dan penolakan untuk menghapus warisan sejarah dan identitas keagamaan mereka, di tengah kondisi infrastruktur yang masih porak-poranda pasca-perang.
Berdasarkan laporan Al-Jazeera, masjid bersejarah yang terletak di Kota Gaza tersebut mengalami kerusakan struktural yang sangat signifikan. Atapnya runtuh, dinding-dindingnya hancur, dan menaranya yang ikonik turut menjadi korban serangan. Masjid ini bukan hanya tempat ibadah utama, tetapi juga merupakan pusat kehidupan sosial, budaya, dan pendidikan masyarakat Gaza selama berabad-abad.
Didirikan pada awal periode Islam, tepatnya pada abad ke-7 Masehi, Masjid Omari telah menyaksikan lintasan sejarah panjang Gaza. Bangunan ini berdiri di atas situs yang sebelumnya merupakan sebuah gereja Bizantium dan kuil pagan yang lebih tua lagi, menjadikannya lapisan warisan peradaban yang berharga. Kehancurannya dinilai bukan sekadar kerugian fisik, tetapi pula pemutusan hubungan masyarakat dengan akar sejarah mereka.
“Ini adalah bagian dari jiwa kami. Meski rumah kami sendiri mungkin juga rusak, memulihkan masjid ini adalah prioritas. Ini tentang melindungi identitas kami,” ujar salah seorang relawan yang terlibat dalam pembersihan puing.
Upaya pemulihan dilakukan dalam kondisi yang sangat sulit. Blokade yang berlangsung lama dan keterbatasan material konstruksi akibat perang membuat warga harus menggunakan sumber daya seadanya. Mereka mengandalkan sumbangan lokal, kerja sukarela, dan memanfaatkan kembali puing-puing yang bisa diselamatkan. Proses ini berjalan tanpa adanya bantuan resmi atau internasional yang memadai, mencerminkan tekad kolektif yang kuat.
Para ahli warisan budaya telah menyuarakan keprihatinan mendalam atas kerusakan yang dialami situs-situs bersejarah di Gaza selama konflik. Mereka menyerukan perlindungan khusus bagi bangunan bernilai budaya di bawah hukum humaniter internasional. Kehancuran Masjid Omari memicu sorotan global terhadap dampak perang yang lebih luas, yang tidak hanya merenggut nyawa dan tempat tinggal, tetapi juga menghapus jejak peradaban.
Pemulihan Masjid Omari, meski masih dalam tahap sangat awal dan simbolis, menjadi narasi tandingan di tengah keputusasaan. Setiap batu yang disusun ulang oleh warga Gaza adalah pernyataan tentang keberlanjutan hidup, martabat, dan komitmen untuk membangun kembali masa depan mereka, sekaligus merawat warisan masa lalu yang tidak ternilai.
Aksi solidaritas ini memperlihatkan bahwa di balik lanskap kehancuran, semangat masyarakat Gaza untuk bertahan dan melestarikan warisan leluhur mereka tetap tak padam. Upaya mereka menjadi catatan penting tentang bagaimana budaya dan sejarah bisa menjadi fondasi paling kokoh untuk membangkitkan kembali harapan.
sumber : Al-Jazeera
Kontributor : Indah
Editor : Tim EDUKASI-R I



