Rabu, 17 Desember 2025

Dekrit Trump Tuai Kritik Larangan Masuk Palestina

 



WASHINGTON D.C., AS. Pemerintahan Presiden Donald Trump mengeluarkan kebijakan kontroversial yang melarang sepenuhnya masuknya pemegang dokumen perjalanan yang dikeluarkan Otoritas Palestina ke Amerika Serikat. Dekrit presiden ini dikeluarkan pada Rabu (17/12), sebagaimana dikonfirmasi oleh juru bicara Gedung Putih.


Kebijakan ini secara efektif menutup akses masuk ke AS bagi warga Palestina yang menggunakan paspor atau dokumen perjalanan resmi yang dikeluarkan oleh Otoritas Palestina. Langkah ini dianggap sebagai penguatan posisi politik Trump yang telah memulai proses pemindahan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem dan mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.


Juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa dekrit ini adalah bagian dari upaya memperketat keamanan perbatasan dan sistem imigrasi AS. "Kebijakan ini penting untuk melindungi keamanan nasional Amerika Serikat," ujar pernyataan resmi tersebut, tanpa merinci lebih lanjut ancaman spesifik dari pemegang dokumen tersebut.


Namun, analis kebijakan luar negeri dan kelompok hak asasi manusia (HAM) mengecam langkah ini. Mereka menilai larangan tersebut lebih bersifat politis dan diskriminatif, serta semakin mengikis prospek solusi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. "Ini bukan tentang keamanan. Ini adalah hukuman kolektif dan upaya untuk mendelegitimasi institusi Palestina lebih jauh," kata Omar Shakir, Direktur Human Rights Watch untuk Israel dan Palestina.


Kebijakan ini juga diperkirakan akan memisahkan keluarga, membatasi kesempatan pendidikan bagi pelajar Palestina, dan menghambat kerja sama akademis serta bisnis. Banyak warga Palestina, termasuk akademisi, profesional, dan mereka yang memiliki keluarga di AS, bergantung pada dokumen perjalanan Otoritas Palestina untuk mobilitas internasional.


Langkah Trump ini berbeda dengan kebijakan administrasi AS sebelumnya yang masih mengakui dokumen perjalanan Otoritas Palestina untuk kepentingan visa, meskipun dengan pembatasan ketat. Reaksi dari pihak Palestina pun datang dengan keras. Juru bicara Pemerintah Palestina menyebut kebijakan ini sebagai "eskalasi berbahaya" yang melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lebih detail mengenai status pemegang paspor Palestina yang telah memiliki visa AS sah, atau mereka yang merupakan warga negara lain namun memegang dokumen perjalanan Otoritas Palestina. Kedutaan Besar AS di wilayah tersebut diperkirakan akan segera menerbitkan panduan teknis lebih lanjut.


Kebijakan terbaru Trump ini dipastikan akan menuai kecaman internasional lebih luas dan menambah daftar kontroversi dalam hubungan AS-Palestina, yang telah memburuk secara signifikan selama tiga tahun kepemimpinannya.


Sumber: Alresalah. 

Kontributor: Indah. 

Editor: Tim EDUKASI-R I.

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

Aceh AFK Agro Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kabupaten Malang Kalbar Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lampung Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah MI Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Barat Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidiian Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Poktekad Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sambas Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts