Senin, 17 November 2025

Hujan Perparah Penderitaan Pengungsi Gaza di Awal Musim Dingin

INAPROC V6




GAZA. Hujan pertama musim dingin mengguyur Gaza, mengubah tenda-tenda pengungsi menjadi kubangan air hanya dalam setengah jam. Peristiwa ini mengawali babak penderitaan baru bagi warga Palestina yang sudah terlunta-lunta pasca gencatan senjata, di tengah mandeknya upaya rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan.


EDUKASI-RI


Banjir yang melanda beberapa lokasi pengungsian menyebabkan air mengalir masuk ke dalam tenda. Gambar dan video yang beredar menunjukkan para ayah berjuang di malam hari, berusaha mati-matian membendung air agar tidak masuk ke dalam tempat tinggal sementara yang dihuni anak-anak dan istri mereka. Situasi ini terjadi pada Ahad (16/11/2025) dan langsung memperburuk kondisi hidup yang sudah sangat memprihatinkan.


Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah mengeluarkan peringatan bahwa cuaca buruk diperkirakan akan memberikan dampak yang sangat buruk bagi para pengungsi. Kegagalan Israel untuk memenuhi komitmennya dalam mengizinkan masuknya material rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan dinilai sebagai akar masalah yang memperparah krisis ini.




Ketiadaan infrastruktur dasar, termasuk saluran air yang layak, membuat air hujan dengan mudah menggenangi permukiman darurat. Para pengungsi, yang sebelumnya sudah hidup dalam ketidakpastian, kini harus menghadapi ujian berat di awal musim dingin dengan kondisi tempat tinggal yang basah, dingin, dan tidak layak.


Insiden banjir ini memicu tekanan internasional yang semakin besar untuk memaksa pihak Israel, sebagai kekuatan pendudukan, agar segera mengizinkan akses bantuan kemanusiaan tanpa halangan ke Gaza. Bantuan seperti tenda tahan cuaca, selimut, bahan bakar, dan material bangunan sangat dibutuhkan untuk meredam potensi bencana kemanusiaan yang lebih besar di musim dingin ini.


Tanpa intervensi segera dan peningkatan bantuan yang signifikan, ribuan keluarga pengungsi di Gaza diprediksi akan menjalani bulan-bulan terdingin dalam setahun dengan kondisi yang mengancam jiwa, terutama anak-anak, orang tua, dan mereka yang paling rentan. Krisis ini tidak hanya tentang kehancuran akibat perang, tetapi juga tentang perjuangan sehari-hari untuk bertahan hidup di tengah kepungan dan kelalaian dunia internasional.


Sumber: Qassam

Kontributor : indah

Editor : Tim EDUKASI-R I

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 2 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts