Minggu, 01 Maret 2026

Batik Kamulyan Bulukerto Integrasi Ekologi, Kearifan Lokal, dan Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kota Batu

 

Momen wujud syukur peresmian Batik Khas Bulukerto, Kepala Desa Bulukerto, Plt Diskumdag, Disparta, Camat Bumiaji, PERWOSI dan Dekanasda

KOTA BATU. Pemerintah Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menandai tonggak baru pembangunan berbasis desa melalui peluncuran produk unggulan Batik Kamulyan, Sabtu (28/2/2026). Grand launching yang digelar di Pendopo Alit Desa Bulukerto tersebut tidak sekadar seremoni budaya, melainkan representasi konkret integrasi antara konservasi lingkungan, penguatan identitas lokal, serta akselerasi ekonomi kreatif masyarakat desa.


Peluncuran Batik Kamulyan menjadi manifestasi pendekatan pembangunan berkelanjutan (sustainable rural development) yang mengedepankan harmonisasi antara aspek ekologis, sosial, dan ekonomi. Desa Bulukerto mencoba menghadirkan model baru desa wisata berbasis ekologi melalui medium seni batik sebagai instrumen transformasi sosial-ekonomi.



Keunikan Batik Kamulyan terletak pada penggunaan motif Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), spesies burung endemik yang menjadi indikator kesehatan ekosistem hutan pegunungan Jawa. Habitat satwa langka tersebut diketahui masih bertahan di kawasan Gunung Pucung wilayah Desa Bulukerto, menjadikan desa ini sebagai salah satu kantong konservasi penting di Kota Batu.

Baca juga :

 https://www.edukasi-ri.com/2026/02/wawali-batu-hadiri-hlm-tpidtp2dd-jatim.html

https://www.edukasi-ri.com/2026/02/safari-ramadan-di-pesanggrahan-wali.html

Pemilihan Elang Jawa bukan sekadar estetika visual, tetapi sarat makna ekologis. Dalam perspektif ekologi konservasi, keberadaan predator puncak (apex predator) seperti Elang Jawa menandakan stabilitas rantai makanan serta keseimbangan biodiversitas.


Nama “Kamulyan” diambil dari filosofi Sumber Umbul Gemulo. Secara etimologis, kata mulyo bermakna kemuliaan, kesejahteraan, dan martabat hidup. Filosofi tersebut diterjemahkan menjadi visi kolektif masyarakat Bulukerto untuk mencapai kemajuan ekonomi tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan.

Momen pemotongan Pita oleh Ketua Dekranasda beserta pemangku kepentingan

Peluncuran Batik Kamulyan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai Dekranasda, PERWOSI, DLH, DisKumperindag, Disparta, BNN,Camat Bumiaji, TNI, Polri, Kepala Desa Bulukerto,Lembaga Adat Bulukerto, unsur pemerintah daerah, Forkopimca, hingga akademisi dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kehadiran akademisi menegaskan penerapan model kolaborasi pentahelix, yakni sinergi antara pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi, dan media.


Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, menjelaskan bahwa sejak 2023 pemerintah desa telah bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam upaya proteksi populasi Elang Jawa yang kini tersisa tiga individu di wilayah tersebut.

Menurutnya, Batik Kamulyan merupakan implementasi nyata konsep ekonomi hijau (green economy) yang sejalan dengan visi pembangunan Kota Batu berbasis ekologi.


Kenakan songkok, Suhermawan Kepala Desa Bulukerto 

“Kami berupaya menyinkronkan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan konservasi alam. Batik ini menjadi simbol keseimbangan antara kesejahteraan manusia dan kelestarian lingkungan,” ujarnya.


Pemerintah Kota Batu melalui Diskumperindag bersama Dekranasda menyiapkan strategi komprehensif untuk meningkatkan daya saing Batik Kamulyan di pasar regional maupun nasional. Pendekatan yang digunakan berbasis capacity building dan penguatan ekosistem UMKM kreatif.

Program pengembangan tersebut meliputi, Peningkatan kapasitas SDM, melalui pelatihan teknik membatik, sertifikasi kompetensi, serta fasilitasi sertifikasi halal.


Dari kanan, Kepala desa Bulukerto bersama istri, Dekranasda, PERWOSI dan Tim Pembatik Kamulyan

Ekspansi akses pasar, termasuk rencana pembentukan gerai UMKM di tiap kecamatan serta promosi nasional melalui jejaring Dekranasda.

Program pendampingan 365 Up, yakni inkubasi bisnis satu tahun bagi UMKM kreatif guna memperkuat manajemen usaha, legalitas, dan strategi pemasaran digital. Kolaborasi akademik, bersama UMM untuk riset pariwisata, inovasi desain, dan penguatan branding desa wisata.

Ketua Dekranasda Kota Batu, Siti Faujiyah Nurochman, menilai motif Elang Jawa memberikan diferensiasi kuat sebagai identitas geografis produk.

Ia juga mendorong inovasi hilirisasi produk agar batik tidak hanya hadir dalam bentuk busana, tetapi berkembang menjadi produk turunan ekonomi kreatif seperti suvenir wisata, aksesoris, hingga produk desain interior.

Suasana dalam pameran batik kamulyan 

Momentum peluncuran Batik Kamulyan turut dirangkaikan dengan rasa syukur atas capaian Desa Bulukerto yang meraih Juara 1 Nasional Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Penghargaan tersebut menegaskan bahwa transformasi desa tidak hanya terjadi pada sektor ekonomi kreatif, tetapi juga pada dimensi sosial dan ketahanan masyarakat.


Keberhasilan ini menunjukkan model pembangunan desa berbasis pendekatan multidimensional memadukan pemberdayaan ekonomi, konservasi lingkungan, serta penguatan karakter sosial komunitas.

Momen Kepala Disparta Batu mengamati batik kamulyan

Sementara itu, Onny Ardianto Kepala Dinas Pariwisata Batu menyampaikan bahwa dengan Launching ini menambah warna ikon Desa wisata di Kota Batu. " Dengan Peluncuran Batik Kamulyan merepresentasikan paradigma baru pembangunan desa di Indonesia ekonomi kreatif yang berakar pada identitas lokal dan kesadaran ekologis." Ungkapnya.


Batik tidak lagi sekadar produk budaya, tetapi menjadi medium narasi kolektif tentang keberlanjutan, kemandirian, dan martabat masyarakat desa, banyak sekali cirikhas yang dimiliki desa di kota batu dan sangat bervariatif, seperti Desa Beji dengan produk olahan yakni Tempe, ada lagi centra kerajinan kayu yakni desa Mojorejo, dan masih banyak lagi." tuturnya.

 Tari Hambatik Santi pembuka peluncuran Batik Kamulyan 

Rekomendasi:

https://www.edukasi-ri.com/2026/02/inovasi-poltekad-dari-sampah-plastik.html

Dari lereng Gunung Arjuno, Bulukerto menghadirkan sebuah manifesto kemuliaan bahwa kemajuan ekonomi dapat berjalan selaras dengan konservasi alam. 

Batik Kamulyan hadir bukan hanya sebagai selembar kain tradisional, melainkan simbol transformasi desa menuju ekosistem pembangunan yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global.


Kontributor : Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

Aceh AFK Agro Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kabupaten Malang Kalbar Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lampung Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah MI Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Barat Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidiian Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Poktekad Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sambas Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts