Minggu, 20 September 2026

Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 di Kota Batu Soroti Pertanian dan Rantai Pasok MBG



KOTA BATU – Rembug Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional 2026 berlangsung di Kota Batu, Jawa Timur, pada 18–21 September 2026. Forum yang mempertemukan perwakilan petani dan nelayan dari berbagai daerah tersebut membahas arah organisasi sekaligus berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian dan pangan nasional.

Kegiatan tersebut berlangsung bersamaan dengan KTNA Agro Expo 2026. Sekitar 2.500 delegasi dari berbagai daerah disebut mengikuti rangkaian kegiatan yang mempertemukan petani, nelayan, pemerintah, dunia usaha, lembaga penelitian, perguruan tinggi, serta pelaku industri pendukung agribisnis.

Bagi Kota Batu, penyelenggaraan forum nasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan sektor pertanian dan berbagai persoalan yang dihadapi petani di daerah, mulai dari perubahan iklim, tekanan terhadap lahan pertanian, kualitas tanah hingga regenerasi petani.

Kota Batu Dorong Pertanian yang Lebih Adaptif

Wali Kota Batu Nurochman menyebut Rembug Paripurna KTNA sebagai ruang untuk mempertemukan pengalaman dan pemikiran petani dari berbagai daerah dalam membahas masa depan pertanian Indonesia.

Wali Kota Batu Nurochman, saat berikan penyampaian

Menurut Nurochman, pembangunan pertanian tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Keberlanjutan lahan, kesejahteraan petani, regenerasi, serta kepastian pasar juga menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian.

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Kota Batu yang selama ini memiliki basis pertanian hortikultura sekaligus berkembang sebagai daerah pariwisata.

Dalam forum tersebut, Pemerintah Kota Batu mendorong penerapan Smart and Integrated Farming, yakni pendekatan yang memanfaatkan teknologi untuk membantu meningkatkan efektivitas dan produktivitas pertanian tanpa mengabaikan pengalaman serta pengetahuan petani.

Gagasan tersebut diarahkan untuk menghadapi perubahan kondisi lingkungan sekaligus membuka ruang bagi generasi muda agar melihat pertanian sebagai sektor yang dapat dikembangkan melalui inovasi.

Nurochman juga menyampaikan gagasan agar Kota Batu dapat menjadi ruang pembelajaran dan pertukaran inovasi pertanian antardaerah.

Rembug KTNA Bahas Arah Organisasi 2026–2031

Selain membahas persoalan pertanian, Rembug Paripurna KTNA Nasional juga menjadi forum organisasi untuk menentukan arah kepengurusan periode 2026–2031.

Agenda utama mencakup pembahasan agenda dan tata tertib, musyawarah komisi, laporan pertanggungjawaban pengurus, proses demisioner, hingga pemilihan dan penetapan Ketua Umum KTNA Nasional periode berikutnya.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan KTNA Agro Expo 2026 yang mempertemukan pelaku agribisnis dengan dunia usaha dan berbagai lembaga pendukung sektor pertanian.

Pameran tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan produk, teknologi, sarana produksi, hasil riset serta berbagai inovasi yang berkaitan dengan pertanian dan pangan.

Sudaryono Soroti Rantai Pasok Program MBG

Persoalan rantai pasok pangan juga menjadi bagian dari pembahasan yang relevan dengan sektor pertanian dan peternakan. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono hadir dalam Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 di Kota Batu dan menyampaikan materi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam keterangannya, Sudaryono menekankan pentingnya membangun rantai pasok MBG secara lebih teratur agar kebutuhan bahan pangan program tersebut dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Momen Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono, saat memberikan penjelasan

Ia juga menyoroti pengaruh kebutuhan MBG terhadap pasar pangan. Program dengan kebutuhan konsumsi dalam skala besar dapat menciptakan permintaan baru terhadap komoditas seperti ayam dan telur sehingga pengelolaannya perlu memperhatikan keseimbangan antara pasokan, harga, kualitas, dan kebutuhan penerima manfaat.

Sebelumnya, BGN mencatat sekitar 2.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) telah selesai dibangun dan diprioritaskan untuk diaktivasi secara bertahap mulai September 2026.

Perluasan tersebut membuat persoalan logistik dan ketersediaan bahan pangan menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan MBG, terutama di daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap pasokan pangan.

BGN Siapkan Marketplace Bahan Baku MBG

Untuk memperbaiki tata kelola pengadaan, BGN juga sedang menyiapkan marketplace khusus bahan baku MBG.

Menurut Sudaryono, sistem tersebut diarahkan untuk membuat proses pengadaan lebih transparan, termasuk mengenai pemasok, harga, transaksi dan mekanisme distribusi.

BGN juga menyiapkan mekanisme verified seller agar pemasok yang masuk dalam sistem telah melalui proses verifikasi. Pada tahap awal, sejumlah komoditas utama menjadi perhatian, antara lain daging sapi atau kerbau, ayam, telur, beras, minyak goreng dan susu.

Dalam skema yang sedang disusun, kebutuhan bahan pangan di suatu wilayah diupayakan terlebih dahulu dipenuhi oleh pemasok lokal apabila stok tersedia. Jika kebutuhan tidak dapat dipenuhi di daerah tersebut, pasokan dapat didatangkan dari wilayah lain.

Bagi petani dan peternak, mekanisme tersebut berpotensi membuka pasar yang lebih terstruktur. Namun, manfaat ekonominya tetap bergantung pada kemampuan produksi, kualitas komoditas, kontinuitas pasokan, serta mekanisme harga yang diterapkan.

Peluang bagi Petani dan Peternak Kota Batu

Ketua KTNA Kota Batu Heli Suyanto menilai program MBG memiliki hubungan dengan keberlangsungan sektor pertanian dan peternakan daerah karena kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dapat menjadi pasar bagi produsen lokal.

Ketua KTNA Kota Batu Heli Suyanto dalam berikan penjelasan

Menurut Heli, semakin konkret kerja sama antara dapur penyedia makanan dengan sektor pertanian dan peternakan, semakin besar peluang perputaran ekonomi program tersebut dirasakan masyarakat daerah. Selain itu sesuai arahan dari kepala BGN agar kepala daerah ikut serta mengawasi Dapur SPPG dalam hal proses hingga pada menu penyajian sehingga penerima MBG mendapatkan sesuai dengan SOP.

Perwakilan kelompok tani Kota Batu, Munir Khan, juga menyoroti peluang peningkatan serapan produk susu. Menurutnya, peningkatan permintaan dapat menjadi peluang bagi peternak apabila diikuti dengan penguatan kualitas produksi, pakan, kesehatan hewan dan manajemen kandang.

Momen Munir Khan bersama kepala BGN Sudaryono

Ia menilai peningkatan produktivitas perlu berjalan bersama dengan pengendalian harga agar kepentingan produsen dan konsumen tetap seimbang.

Standar Higiene Menjadi Bagian Penting Penyelenggaraan MBG

Selain persoalan pasokan, keamanan pangan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan MBG. BGN menegaskan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan syarat mutlak bagi SPPG untuk beroperasi.

Pada September 2026, BGN juga mengumumkan penutupan sementara terhadap 1.999 dapur SPPG yang belum mendaftarkan SLHS. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan jaringan dapur MBG tidak hanya berkaitan dengan jumlah penerima manfaat, tetapi juga dengan kepatuhan terhadap standar keamanan dan higiene pangan.

Bagi daerah seperti Kota Batu yang memiliki sektor pertanian, peternakan dan pariwisata, keterhubungan antara produksi pangan, pasar, keamanan pangan dan konsumsi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi lokal.

Rembug Paripurna KTNA Nasional 2026 karena itu tidak hanya menjadi agenda organisasi petani dan nelayan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai kepentingan yang berkaitan dengan masa depan pertanian, ketahanan pangan, teknologi dan kesejahteraan petani.

Kontributor: Agus

Editor: Tim EDUKASI-RI


Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts