Jumat, 02 Januari 2026

Haul Gus Dur ke-16 di Kota Batu: Refleksi Pluralisme dan Jasanya Membentuk Kota Otonom

INAPROC V6



KOTA BATU. Ribuan orang dari berbagai latar belakang agama dan organisasi memadati Nala Eco Point, Jumat (2/1/2026), dalam acara haul ke-16 mendiang Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Acara bertema “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat” ini dihadiri oleh tokoh pemerintah, TNI-Polri, ormas, hingga masyarakat umum, meneguhkan Gus Dur sebagai sosok pemersatu.


Rangkaian kegiatan meliputi tahlil, istighotsah, doa lintas agama, ceramah kebangsaan, dan refleksi pemikiran Gus Dur. Acara ini didesain sebagai ruang inklusif. “Gus Dur mengajarkan kita untuk memanusiakan manusia. Oleh karena itu, kami merancang acara ini untuk bersifat inklusif dan menyatukan semua orang,” ujar Ketua Panitia, Yuli Effendi Mirza.


Ketua Panitia, Yuli Effendi Mirza.

Dalam sambutannya, Ketua DPC Sarbumusi NU Kota Batu, Rudianto, menegaskan bahwa Gus Dur adalah teladan yang patut dihidupkan nilai-nilainya. “Gus Dur adalah pahlawan nasional, pejuang buruh dan kaum marginal. Dalam pandangannya, tidak ada kelompok mayoritas atau minoritas. Semua adalah bagian dari bangsa Indonesia,” tegas Rudianto.


Ketua DPC Sarbumusi NU Kota Batu, Rudianto

Wali Kota Batu, Nurochman, secara khusus menyampaikan bentuk kecintaannya dengan kebiasaan membaca Surat Al-Fatihah untuk Gus Dur setiap hari sejak wafatnya. “Ini adalah bentuk cinta saya kepada KH Abdurrahman Wahid,” katanya.


Wali Kota Batu, Nurochman

Nurochman juga mengingatkan jasa besar Gus Dur dalam sejarah pembentukan Kota Batu. Ia menceritakan bahwa pada 21 Juni 2001, Gus Dur menandatangani keputusan yang mengubah status Batu dari kota administratif menjadi daerah otonom penuh. “Ini adalah kontribusi besar yang harus selalu kita ingat,” ucapnya.

Anggota DPRD Kota Batu dari Fraksi PKB, M. Hasan Abdillah

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Batu dari Fraksi PKB, M. Hasan Abdillah, menyebut haul ini sebagai momen refleksi untuk meneladani semangat perjuangan Gus Dur. “Dari kegiatan ini kita bisa mengambil teladan untuk diterapkan, sehingga spirit beliau bisa berlanjut kepada generasi penerus,” pungkasnya.


Acara diakhiri dengan tauziah oleh Rais Syuriyah PCNU Batu, KH. Hazim Sirojudin,S.H mengulas perihal merawat nilai-nilai pluralisme, humanisme, dan keadilan yang diperjuangkan Gus Dur bagi Indonesia.

Rais Syuriyah PCNU Batu, KH. Hazim Sirojudin,S.H


 Haul ke-16 Gus Dur berlangsung dengan penuh penghormatan dan keterlibatan. Diadakan dengan berbagai kegiatan seperti tahlil, istighotsah, tasyakuran, doa lintas agama, doa untuk tahun baru, ceramah kebangsaan, dan refleksi pemikiran Gus Dur, semua ini mengusung tema “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat”. Rangkaian acara ini dihadiri oleh ribuan jamaah dari berbagai latar belakang agama dan organisasi. Lokasi acara berada di Nala Eco Point, Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu,


Ahmad Rifa'i , Pembaca Puisi

Kegiatan dihadiri langsung oleh Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., Ketua Perwosi Kota Batu, Rida Heli Suyanto, Danlanal Malang, Kolonel Laut (P) Agus Haryanto, SE., M.Tr. Hanla., MM., CTMP., Kepala DisKumperindag Kota Batu, Aries Setiawan, Camat Batu, Sasongko Fitra Adhitama S.IP., M.H., Camat Bumiaji, Thomas Maydo S. Sos., serta Dandim 0818 Malang yang diwakili oleh Kapten Inf Jumawi, dan Anggota DPRD Kota Batu, M. Hasan Abdillah. Juga hadir Ketua Yayasan Alamku Hijau, Fitri Harianto (Cak Ndan) beserta seluruh tim dan organisasi terkait, W Villa, 

Kontributor: AGS

Editor : Tim EDUKASI-R I



Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 2 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts