Jumat, 09 Januari 2026

Binter TNI Dalam Ritual Bakar Batu Satgas Yonif 521/DY Membangun Komunikasi Sosial

INAPROC V6



Papua,  Upacara tradisional "Bakar Batu" memiliki makna yang sangat sakral dan signifikan di Papua. Seluruh warga masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan ini, yang juga dihadiri oleh anggota TNI dari Satgas Yonif 521/DY Pos Kurima, yang bertugas di Distrik Kurima, Kab. Yahukimo, Papua Pegunungan. Ini merupakan bagian penting dari interaksi sosial dan penghormatan terhadap budaya lokal. Saptu 10 Januari 2026 pagi.

Bersama dengan Danpos Kurima, Lettu Inf Dany Rizki Hardiyanto, S. Tr. Han, masyarakat Distrik Kurima bekerja sama melaksanakan ritual bakar batu tersebut. Kegiatan ini tidak hanya sekadar merayakan budaya, melainkan juga merupakan wujud nyata dari Komunikasi Sosial antara para prajurit TNI dengan komunitas setempat. Hal ini mencerminkan penerimaan nilai-nilai lokal dan berkontribusi pada pemeliharaan stabilitas keamanan melalui hubungan sosial yang kuat. 


Dalam pelaksanaan tersebut, prajurit dan masyarakat secara kolektif menggali tanah, menyusun batu-batu, dan menyalakan api dengan kayu bakar. Ubi, keladi, pisang, dan daging dimasak seterusnya di atas tungku batu yang menyala. Tradisi yang suci ini lebih dari sekadar penyediaan makanan; ia menghimpun rasa syukur, kesederhanaan, serta memperlihatkan kuatnya persaudaraan di wilayah terdepan Indonesia. 

"Terima kasih kepada TNI di Pos Kurima yang telah hadir dalam acara bakar batu ini dan telah membantu kami menyelenggarakan acara tersebut, semoga Tuhan memberkati," kata Bapak Selvanus. 

Komandan Satgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S. E. , M. I. P. , menekankan bahwa kehadiran TNI di acara adat bakar batu menunjukkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat. Hal ini merupakan upaya untuk memperkuat kebersamaan, persaudaraan, serta membangun kepercayaan dengan warga setempat, selaras dengan nilai-nilai gotong royong, rasa syukur, dan persatuan bangsa. 


Kegiatan ini mencerminkan peran TNI yang responsif dan mampu berkolaborasi dengan kearifan lokal. Tradisi Bakar Batu menjadi lebih dari sekadar ritual makanan, melainkan juga sebuah pengikat sosial dan pilar stabilitas di Papua. 

Ini menjadi kesempatan bagi Satgas Yonif 521/DY untuk menunjukkan kehadiran yang bersifat humanis. Mereka tidak hanya berperan sebagai pengaman, melainkan juga berkontribusi dalam menciptakan kedamaian serta stabilitas di daerah penugasan, sembari menghormati dan menghargai nilai-nilai lokal yang ada dalam masyarakat setempat. 

Sumber : Prajurit Macan Kumbang Berhasil (Yonif 521/DY)

Kontributor : Johan

Editor : Tim EDUKASI-R I

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 2 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts