Kamis, 27 November 2025

Warga Giripurno Batu Protes di DPRD, Mata Air Surut Diduga Akibat Sumur Bor Lembaga Pendidikan

 


Kota Batu. Puluhan warga Desa Giripurno, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, menggelar aksi unjuk rasa secara damai di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, Rabu (26/11/2025). Aksi ini menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi sumber mata air setempat yang semakin surut, yang diduga kuat akibat pembangunan sebuah lembaga pendidikan yang membuat sumur bor atau Air Tanah Dalam (ABT).


Aksi yang berlangsung tertib mulai pukul 10.00 WIB. Warga menuntut pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengambil tindakan tegas menyelamatkan mata air yang menjadi sumber kehidupan warga dan pertanian mereka.


Merespons aksi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi, Dalam dialognya, Asmadi mengaku memahami keresahan yang dirasakan warga.


“Kami di DPRD mendengar dan menyampaikan empati terhadap apa yang menjadi keresahan warga. Persoalan air adalah persoalan hidup matinya masyarakat. Kami akan memastikan hal ini menjadi perhatian serius dari eksekutif, dalam hal ini Pemerintah Kota Batu melalui dinas terkait,” tegas Asmadi.



Pakai Peci hitam, Wakil Ketua DPRD bersama Ketua Komisi A DPRD 

Ia berjanji akan mendorong agar masalah ini segera ditindaklanjuti dengan investigasi mendalam untuk memastikan penyebab pasti penyusutan debit mata air.


Pernyataan serupa disampaikan oleh Ketua Komisi A DPRD Kota Batu, yang membidangi pemerintahan dan kesejahteraan rakyat. Ia menuturkan bahwa isu lingkungan, terutama ketersediaan air bersih, merupakan hal yang fundamental.


“Komisi A akan segera menjadwalkan rapat dengan dinas-dinas terkait, seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Dinas Pendidikan. Kami akan meminta laporan lengkap perihal izin lingkungan dan izin penggunaan air tanah bagi lembaga pendidikan yang dimaksud. Tidak ada kompromi untuk masalah yang mengancam ekosistem dan hajat hidup orang banyak,” tuturnya dengan tegas.


Ketua aksi yang mewakili warga, dalam dialognya, mengutarakan bahwa masalah ini telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Debit air dari beberapa mata air di sekitar desa terus menurun drastis.


Kemeja putih, Camat Bumiaji, Pakai Udheng Robiyan bersama ketua tim warga


“Dulu, sumber air kami melimpah. Untuk kebutuhan warga dan mengairi sawah tidak pernah ada masalah. Sejak pembangunan lembaga pendidikan itu beroperasi penuh dan membuat sumur bor, kami merasakan sekali perubahan yang signifikan. Sumur-sumur warga mulai surut, bahkan di beberapa titik ada yang kering. Sawah kami mulai kesulitan air. Ini sangat merugikan kami,” ujarnya dengan nada prihatin.


Ia menambahkan bahwa warga tidak anti-pembangunan, tetapi pembangunan harus mempertimbangkan aspek kelestarian lingkungan dan keberlanjutan hidup warga setempat. “Kami meminta dilakukan audit lingkungan dan penutupan sumur bor ilegal jika memang terbukti menjadi penyebabnya,” tambahnya.


Merespons persoalan ini, Ketua Perkumpulan Pemerhati Budaya Nusantara, Robiyan, memberikan pandangannya. Ia menekankan bahwa Kota Batu sebagai kawasan resapan air dan daerah hulu memiliki ekosistem yang sensitif.


“Kawasan Bumiaji, termasuk Giripurno, adalah benteng terakhir penyangga air bagi Kota Batu. Setiap pembangunan skala besar, apalagi yang membutuhkan konsumsi air tinggi seperti lembaga pendidikan, wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang ketat. Eksploitasi air tanah secara berlebihan akan mengganggu keseimbangan hidrologis, menyebabkan mata air-mata air di sekitarnya mengering. Ini bukan hanya persoalan sekarang, tetapi warisan untuk anak cucu kita, Sekaligus sejalan dengan program Pemerintah yakni Presiden R I mengenai ketahanan pangan.” jelas Robiyan.


Ia mendesak pemerintah untuk memperketat perizinan dan pengawasan. “Pembangunan itu penting, tetapi tidak boleh mengorbankan lingkungan. Harus ada kebijakan yang memprioritaskan penggunaan air permukaan atau teknologi daur ulang air (water recycling) untuk bangunan-bangunan besar,” pungkasnya.



Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu, Dian Farohcni, mengutarakan bahwa pihaknya akan memantau keluhan warga.

Kepala DLH Batu, saat penyampaiannya

"Kami akan melakukan verifikasi lapangan. Tim teknis kami akan mengukur debit mata air dan memeriksa kondisi sumur bor yang dimaksud. Prinsipnya, setiap penarikan air tanah harus memiliki izin dan memperhatikan daya dukung lingkungan," ujar Dian Farohcni.


Senada, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Alfi, menyampaikan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan DLH terkait kepatuhan izin bangunan dan penggunaan air.



Kemeja putih, Kepala DPUPR Batu, dalam pemaparannya


"Kami akan tinjau ulang dokumen perizinan terkait bangunan tersebut. Jika ditemukan ketidaksesuaian, tentu akan dilakukan tindakan korektif sesuai prosedur yang berlaku," pungkas Alfi.


Dengan adanya komitmen dari berbagai pihak ini, warga berharap masalah penyusutan mata air ini tidak berlarut-larut dan dapat segera ditemukan solusi yang konkret untuk menyelamatkan sumber kehidupan mereka.


Hingga berita ini diturunkan, aksi telah selesai secara damai setelah perwakilan warga menyampaikan aspirasinya secara tertulis kepada pimpinan DPRD. Warga berharap janji-janji dari dewan dapat direalisasikan dalam waktu dekat untuk mengembalikan kelestarian mata air mereka.


Kontributor : AGS

Editor : Tim EDUKASI-R I




Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

Aceh AFK Agro Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kabupaten Malang Kalbar Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lampung Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah MI Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Barat Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidiian Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Poktekad Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sambas Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts