Blokade Gaza Krisis Kesehatan Picu Wabah Penyakit
GAZA – Komunitas kesehatan di Gaza menghadapi bencana kesehatan masyarakat yang semakin dalam, dipicu oleh kombinasi mematikan dari blokade yang berkelanjutan, dampak perang, dan kelaparan. Peringatan serius disampaikan oleh Dr. Mohammad Abu Salmiya, Direktur Jenderal Kompleks Medis Al-Shifa, pada Jum'at, 24 Oktober 2025.
Dalam laporannya, Dr. Abu Salmiya mengungkapkan beberapa kondisi mengkhawatirkan yang tengah melanda warga Gaza.
Pertama, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah penyakit kulit yang menyebar di seluruh wilayah. Yang lebih mengkhawatirkan, para dokter di lapangan melaporkan penemuan lesi atau luka kulit baru dan tidak biasa yang belum pernah mereka jumpai sebelumnya. Kondisi ini diduga kuat berkaitan dengan lingkungan yang terdegradasi akibat perang dan memburuknya kondisi gizi masyarakat.
Kedua, sektor kesehatan mencatat lonjakan angka kasus kanker, khususnya kanker payudara di kalangan perempuan, dalam beberapa bulan terakhir. Situasi ini diperparah dengan kelangkaan kritis peralatan diagnostik. Alat deteksi dini untuk kanker payudara, yang vital untuk penanganan tepat waktu, sangat sulit diperoleh.
Akibatnya, ribuan pasien kanker terpaksa tidak mendapatkan perawatan dan diagnosis yang mereka butuhkan, memperburuk prospek kesembuhan mereka.
Selain dua masalah utama tersebut, tenaga kesehatan juga melaporkan peningkatan infeksi pernapasan yang mengkhawatirkan yang menyebar di seluruh Jalur Gaza. Kurangnya akses terhadap air bersih, nutrisi, dan layanan kesehatan dasar diduga menjadi penyebab utama merebaknya infeksi ini.
Gabungan dari semua faktor ini menciptakan badai sempurna krisis kesehatan yang mengancam jiwa ribuan warga sipil Gaza. Dr. Abu Salmiya menegaskan bahwa tanpa pengiriman bantuan medis yang masif dan pencabutan blokade untuk memungkinkan masuknya peralatan kesehatan yang penting, bencana kemanusiaan ini akan semakin tak terbendung.
Kontributor: Susi
Editor : Tim EDUKASI-R I

